Diklat ep. Satu   Leave a comment

Mulai tanggal 19 Januari kemarin, para CPNS BPK tahun 2009 mengikuti Diklat Pra Jabatan sebagai salah satu syarat pengangkatan menjadi PNS. Diklat ini diikuti oleh 219 orang yang terdiri dari D III STAN sebanyak 126 (125+1)  orang , D I STAN sebanyak 26 orang dan pegawai eks honorer sebanyak 43 orang. Pelaksanaan diklat dibagi menjadi dua tempat, yaitu bagi D III Akuntansi STAN, D I STAN dan eks honorer di Pusat Pendidikan dan Pelatihan BPK di Jalan Binawarga II, Kalibata dan bagi D III Anggaran dan Perpajakan di Balai Diklat Makassar.

Para peserta diwajibkan potong rambut satu centi (cepak), memakai dasi dan lencana korpri. Sedangkan saat olahraga peserta diwajibkan memakai kaos berkerah dan celana training.

____

Wisma di Pusdiklat Kalibata terdiri atas enam lantai, dengan tipe kamar yang berbeda-beda. Untuk peserta diklat, satu kamar terdiri dari empat tempat tidur (tingkat) dan satu bathroom tiap kamar. Fasilitas per kamar cukup lengkap, antara lain meja sebanyak dua buah, almari pakaian, almati untuk buku dan AC. Kerapihan dan kebersihan kamar adalah satu syarat agar tidak ada hukuman dalam diklat kali ini. Instruktur dipercayakan kepada Rindam Jaya yaitu Bapak Sukamto dan Supangat.

Para peserta yang melakukan diklat di Kalibata diwajibkan hadir sehari sebelumnya untuk mengikuti gladi kotor pembukaan diklat.

Esoknya, opening ceremony dimulai pukul 08.00 sampai dengan 10.30, mundur tiga puluh menit dari jadwal. Akibatnya, materi-materi berikutnya menjadi kacau pengaturannya; terutama menyangkut waktu sholat yang sangat-sangat pendek. Materi pertama adalah Dinamika Kelompok lalu Sistemn Penyelenggaraan Pemerintah NKRI, dan setelah maghrib berlanjut dengan ceramah umum oleh Bapak Dwita Pradana.

Hari kedua diawali dengan senam pagi, lalu kuliah, coffee break, kuliah, ishoma, kuliah, extra pudding dan sholat, kuliah, pembersihan badan, ishoma dan ceramah umum. Pada jum’at malam tidak ada ceramah umum, namun diganti dengan tugas baca. Hari sabtu kemarin, latihan baris-berbaris serta tata upacara sipil yang dibimbing oleh para instruktur.

Posted Mei 14, 2016 by 4n1ef in Uncategorized

“Kasih Tak Sampai”   Leave a comment

Sahabatku rahimakumullah…

Sebagaimana Ia (Allah) menghadirkanmu ke dunia ini

dengan rasa cinta, melalui perantara seorang ummi yang

penuh kasih, karena itulah…rasa yang begitu kuat

terpatri di Qalbumu adalah rasa cinta (ingin dicinta dan

mencinta)…

 

Kita tumbuh laksana tunas pohon kecil yang mengeluarkan

dedaunannya dan ketika kuncupnya menyembul… Bersama

itu pula timbul hasrat dihatimu untuk mencari pasangan

hidup, teman berbagi suka duka di alam ini..

 

Cinta merupakan karunia Ilahi.., hadirnya tanpa

diundang…, tiba-tiba kita sadari ia kuat tertanam

laksana akar pohon yang rindang

 

Sahabatku rahimakumullah

Kurasakan getar Qalbumu manakala kau bercerita penuh

harap kepadanya

 

Ia laksana kilau permata yang penuh cahya dimatamu

Mencintainya ibarat kuncup bunga di Qalbumu

Yang siap untuk mekar dengan keharumannya yang memikat

Namun ternyata …

Jangankan mekar yang kau dapat

Kuncup itu layu sebelum berkembang

Manakala kau sadari

Dia tak pernah

mencintaimu!, tak pernah menaruh hati padamu!!, tak

pernah menginginkanmu!!! Tak pernah !!!

 

Kekecewaanmu kau tumpahkan dalam sebuah syair lagu

(walau hanya kau yang tahu…) Lirih perlahan mengalun

 

——-

“Kau bagaikan telaga yang jernih

Yang sejuk airnya serta menyegarkan

Ditumbuhi pepohonan rindang

Disekelilingmu

 

Kau sadari akan seseorang

Yang mencintaimu

Setulus hatinya

Dan kau beri satu pengertian tentang sebuah cinta yang

tak kesampaian

 

Kau hargai satu cinta kasih

Kau buktikan tanpa menghinanya

Walau seringkali kau acuhkan dia yang menyayangimu

Kau berarti baginya

Kharisma didirimu

Dambaan hatinya”

——-

 

Aduhai gerangan sungguh beruntung yang mendapatkan cintamu

Dan ketika kau kutanya kenapa?

Dengan ungkapan pilu engkaupun berkata:

 

“Entahlah Akupun tidak tahu. Namun yang terpenting

Dari sekian banyak manusia, dari sekian banyak insan dunia

Bagiku…Dialah yang terindah…terbaik…, dan paling

mempesona…!” Pancarannya begitu tajam menghunjam!!

Sungguh tak ‘kan ada yang bisa menggantikannya Walau

dicari di belahan bumi manapun, tetaplah dia orangnya!!!

 

Aduhai…gerangan…perih nian yang kau rasa… Kalau

begitu baiklah… Kan kuajak dirimu terbang ke sebuah

tempat yang bernama “Negeri kesunyian” Kenapa ???

Karna engkau butuh kesendirian untuk mengobati luka hatimu…

 

Kita tlah sampai…

Tak ada seorangpun yang akan mendengar perbincangan

kita… (Listen to me please!!! Dengarkanlah aku

baik-baik sahabatku…!!!)

 

Sahabat…

Tahukah engkau?

Manakala engkau telah merasa mencintai seseorang…

Itu sama artinya engkau t’lah menghamba padanya?…

 

Sadarkah dirimu?

Manakala engkau tahu ia tidak mencintaimu …

Itu artinya ia menunjuk pada kekuranganmu?…

 

Tidak terfikirkah olehmu?

Jika yang kau harap saja tidak bisa mencintaimu…

Apalagi Yang Menciptakannya???!!!…

 

Astaghfirullaahal ‘aziim… Astaghfirullaahal ‘aziim…

Astaghfirullaahal ‘aziim… (Ucapmu seraya menjerit

tertahan… titik-titik embun menggenang di kelopak

matamu…mengalir perlahan…membasahi pipi…)

Menangislah…kalau itu yang membuat hatimu tenang…

 

Sahabat…

Aku bersyukur kepada Allah kau sadari kini

kekhilafanmu… Bahwa ter-amat sulit untuk menggapai

Cinta_Nya bisa engkau pelajari dari makhluk_Nya yang

bernama manusia… Karena itu…Perbaikilah segala

sesuatu yang ada padamu… Bangkitlah untuk menjadi yang

terbaik…

 

Sahabat…

Sesungguhnya yang ada padamu sudah ter-amat sempurna…

Rupa wajahmu adalah yang terindah yang kau miliki…

Namun, sinarannya belum terlihat…

Masih pudar dan perlu dibersihkan…

Dimana letaknya tersimpan di dasar yang paling dalam…

Sulit terjangkau. Itulah Qalbu (hati) mu…

Jika sinarnya telah mendekati kesempurnaan…

Kilaunya akan memancar ke luar…

Itulah namanya kecantikan/ ketampanan hakiki…

 

Sesungguhnya…

Seseorang mencintaimu tidaklah melihat dari kecantikan

(ketampanan) atau kekayaanmu…

Tetapi ia melihat pancaran yang ada pada Qalbumu…

Kenapa?

Karena kecantikan/ ketampanan akan sirna bersama

berlalunya waktu… Kekayaan akan lesap bersama

perputaran roda kehidupan… Sedangkan pancaran Qalbu

akan senantiasa abadi bersama ridha Ilahi kepadamu…

 

Namun satu hal yang harus kau ingat!

Tak selamanya cinta itu berati memiliki…

Ibarat Qalbumu…yang bebas bergerak tanpa bisa kau cegah…

Kenapa? Karena ia hidup sebagaimana arus air yang mengalir…

Engkau saja tak dapat memiliki hatimu, apalagi kepunyaan

orang lain? Yang berhak memilikinya adalah Allah…

 

Wahai sahabat… Bukankah sesuatu yang kau sulit

mendapatkannya sulit pula kau lepaskan? Demikianlah

seseorang itu di hatimu… Bukankah Kasih tak sampai

benteng dirimu untuk senantiasa menjaga kesucianmu?

Terutama Qalbumu…(Yang senantiasa wajib kau jaga

kesuciannya)..

# by nn

Posted Maret 14, 2016 by 4n1ef in Uncategorized

LGBT dan Muslimah Bercadar   Leave a comment

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Tuntutan kaum lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) untuk tidak didiskriminasi menjadi pertanyaan publik. Faktanya, tidak sedikit LGBT yang bisa menduduki posisi penting di negeri ini. Artis terkenal hingga menteri pun sempat diisi oleh kaum LGBT.

Pertanyaan itu juga muncul oleh seorang Muslimah bercadar beridentitas Sheren Chamila Fahmi. Lewat status di facebook, dia mempertanyakan tuntutan LGBT dan dukungan para aktivis hak asasi manusia termasuk komisioner Komnas HAM kepada mereka. Di sisi lain, kata dia, keberadaan Muslimah bercadar justru lebih didiskriminasi di negeri mayoritas Islam ini. Berikut surat terbuka Sheren yang di-posting pada 18 Februari 2016.

Bismillah..

Kemarin pagi saya membaca di linimasa akun facebook saya yang sedang ramai membicarakan tayangan Indonesia Lawyer Club yang tayang pada tanggal 16 Februari kemarin di TVOne. Karena penasaran, akhirnya saya klik tautan rekaman tayangan tersebut di youtube. Durasi totalnya sekitar 2 jam 45 menit. Saya simak benar-benar setiap perkataan narasumber. Lalu ketika narasumber dari komunitas LGBT membuka suara menuntut agar tidak mendapatkan diskriminasi alih-alih karena Hak Asasi Manusia, saya jadi penasaran, memang diskriminasi apa sih yang mereka dapatkan?

Setelah mereka berbicara panjang lebar respon saya cuma satu, “Lho, jadi cuma gitu doang?” Kata mereka diskriminasi yang mereka dapat berupa bully, dilarang kerja di perusahaan tertentu, dilarang kuliah di kampus tertentu. Wah itu sih bagi saya hal sepele banget. Kalau hanya se sepele itu saya dan kawan-kawan saya lainnya yang bercadar juga gampang saja lapor KOMNAS HAM karena didiskriminasi.

Saya seorang mahasiswi dan bercadar dalam keseharian saya, baik ke kampus atau pergi ke mana pun. Mungkin saya adalah salah satu muslimah bercadar yang beruntung dibandingkan dengan teman-teman saya lainnya yang mengenakan cadar, keluarga saya mendukung saya dan kampus saya juga mengizinkan untuk bercadar. Banyak teman-teman saya yang bercadar mendapat pertentangan dari orang tuanya.

Tidak perlu sampai ke tahap mengenakan cadar, yang mengenakan jilbab syar’i (yang lebar) saja pun banyak yang mendapat pertentangan keras dari keluarganya. Ada yang sampai dikurung dan tidak boleh keluar-keluar. Ada yang kalau pulang ke rumah dan ketahuan punya pakaian syar’i, pakaiannya digunting-gunting lalu dibakar oleh keluarganya, itu baru keluarga inti, keluarga yang paling dekat, bagaimana sekeluarga besar? Itu baru diskriminasi dari pihak keluarga belum dari pihak masyarakat.

Di masyarakat sendiri, kami pun sering mendapatkan perlakuan diskriminatif. Dipandang secara sinis, dicaci, dimaki, dikata-katai, dipermalukan di depan umum. Ketika menjadi pembeli kami tidak mendapat perlakuan yang manis dari para pelayan, dan masih banyak lagi, di antaranya:

  1. Ketika saya berada di Rumah Sakit di salah satu kawasan di Yogyakarta, ada seorang bapak yang mencaci saya dengan mengatakan “Dasar Setan” dengan intonasi dan nada penuh kebencian.
  2. Bulan lalu saya diteriaki oleh seorang sales disebuah pusat perbelanjaan “WOI ISIS”. Saya juga pernah diteriaki “TERORIS” ketika sedang berjalan di tengah keramaian Malioboro.
  3. Ketika saya sedang naik Commuter Line, saya malah dijadikan bahan ancaman oleh seorang ibu-ibu untuk menakut-nakuti anaknya agar anaknya diam, “Kalau kamu gak mau diam, Ibu kasih kamu ke dia.” Memangnya saya semenyeramkan itu?
  4. Ketika di bandara saya diperiksa dengan pemeriksaan super ketat yang itu TIDAK DILAKUKAN KEPADA CALON PENUMPANG PESAWAT LAINNYA. Ketika masuk Mall tas saya diperiksa padahal pengunjung yang lain tidak.
  5. Saya juga pernah dikatai oleh seorang Waria di Sunmor UGM, “Iii ada Mbak Ninja”, lha kaum kalian teriak-teriak tidak mau didiskriminasi lho kok malah mendiskriminasi orang lain?

Lalu sang narasumber ILC juga menyampaikan bahwa banyak kaum LGBT yang dilarang bekerja di suatu perusahaan tertentu dan dilarang kuliah di kampus tertentu. Walah, hal yang seperti ini tidak hanya kalian yang merasakan, kami para muslimah bercadar dan/atau berjilbab lebar pun demikian.

Seandainya dibuat sebuah penelitian tentang mana yang lebih banyak jumlah diskriminasi, terhadap kaum LGBT ataulah terhadap muslimah bercadar dan/atau berjilbab lebar, saya yakin hasilnya perusahaan yang membolehkan pekerjanya dari kaum LGBT lebih banyak daripada perusahaan yang membolehkan karyawatinya bercadar.

Dalam ranah universitas pun, masih banyak universitas-universitas yang melarang Mahasiswinya bercadar. Banyak sekali. Bahkan teman-teman saya memakai masker untuk menutup wajah pun dilarang sampai pihak kampus memerintahkan petugas keamanan untuk memberi peringatan kepada mahasiswi yang berjilbab panjang dan mengenakan masker untuk menanggalkan maskernya.

Ada pula teman saya yang disindir oleh dosennya, “Kamu pake masker karena keimanan yang kamu percaya atau karena sakit? Kalau karena imanmu, semoga kamu masuk surga deh.”

Salah satu narasumber dari pakar komunikasi UI, Bapak Ade Armando, menyampaikan bahwa ada mahasiswanya yang ketika ia berangkat dari rumahnya ia harus mengenakan pakaian laki-laki, lalu ditengah jalan ia berganti pakaian menjadi pakaian wanita, dan ketika di kampus ia berdandan seperti wanita, padahal aslinya ia adalah pria. Pak Ade, kasus seperti ini juga banyak sekali kami alami. Bahkan terjadi kepada mahasiswi bapak juga.

Teman-teman saya ketika liburan kuliah dan pulang ke rumah terpaksa menanggalkan cadarnya, atau memendekkan jilbabnya agar tidak dicap ekstremis oleh orang tua dan tetangga-tetangganya di kampung. Lalu ketika kembali lagi ke kota tempatnya menimba ilmu, di tengah jalan ia harus berganti pakaian juga.

Diskriminasi lainnya yang tidak akan para LGBT rasakan dan hanya kami yang merasakan adalah sulitnya mau keluar negeri karena berbelit-belit di imigrasi, diinterogasi panjang lebar, dituduh sebagai teroris dan sebagainya. Tentu berbeda dengan kalian yang mudah saja ketika mau ke luar negeri. Jika kalian tidak diterima di negeri ini, kalian masih bisa ke luar negeri karena di luar negeri, khususnya negara barat, bisa menerima kalian. Tetapi berbeda dengan kami. Kami tetap saja menjadi bahan ‘bullying’ baik dalam negeri maupun luar negeri.

Barangkali kalian pun tidak pernah masuk ke tempat-tempat umum seperti mall atau bandara lalu diperiksa dengan pemeriksaan super ketat, bukan? Kami sering mengalaminya! Seakan-akan kami ini selalu dicurigai membawa bom atau akan melakukan aksi teror.

Dan satu lagi, jika kalian hanya akan di-bully saat menunjukkan “identitas” kalian, lain halnya dengan kami. Kami para muslimah bercadar dan/atau berjilbab lebar ini jadi korban bully sepanjang waktu.

Jelas apa yang kami dapatkan itu adalah bentuk-bentuk diskriminasi. Tapi apakah ada yang dengan gigih membela kami dari kalangan aktivis HAM? Mengapa justru membela sesuatu yang jelas-jelas menyimpang seperti LGBT?

Para aktivis HAM, ketika bicara tentang ajaran Islam, maunya islam dengan konsep Islam Nusantara, alasannya karena kearifan lokal. Namun ketika bicara urusan LGBT, maunya seperti luar negeri seperti Amerika, alasannya karena persamaan hak. Standar Ganda.

Intinya tidak perlu berlebihan. Kalian merasa menjadi pihak yang paling terzalimi sejagad Indonesia Raya dan merasa yang paling banyak mendapatkan perlakuan diskriminatif dibanding rakyat Indonesia lainnya. Masih banyak orang lain yang diperlakukan diskriminatif lebih parah daripada kalian, hanya saja mereka tidak koar-koar di media dan tidak menuntut belas kasih KOMNAS HAM.

Lagipula jika kalian mendapatkan perlakuan yang berbeda, itu wajar dan sah-sah saja. Karena LGBT adalah penyakit, ancaman, penuh propaganda, menular, dan bertentangan dengan segala macam tinjauan baik secara medis, psikologis, agama, sosial, kemanusiaan, maupun tinjauan akal sehat manusia sehingga perlu mendapatkan perlakuan berbeda ketika muncul di tengah masyarakat. Adapun kami sebagai muslimah bercadar dan berjilbab, diskriminasi yang kami terima semata karena beberapa elemen masyarakat belum teredukasi dengan aturan ajaran Islam tentang jilbab. Cadar dan jilbab yang kami kenakan bukanlah sebuah penyakit, bukan pula ancaman, tidak mengandung propaganda, tidak menular, tidak pula bertentangan dengan tinjauan apapun baik sosial, medis, psikologis, apalagi agama.

Kami yang semestinya tidak pantas diperlakukan diskriminatif hanya karena lembaran kain gelap yang kami kenakan tidak mengemis belas kasihan masyarakat luas, apalagi Komnas HAM, agar bersikap wajar terhadap kami. Adapun kalian kaum LGBT, perlakuan diskriminatif masyarakat terhadap kalian memang sudah sewajarnya demi kebaikan kalian sendiri agar kembali menjadi manusia yang berorientasi seksual yang normal sehingga tidak lagi menjadi ancaman bagi masyarakat.

Selama kalian menyalahi fitrah kalian sebagai pria atau wanita yang diciptakan oleh Allah secara heteroseksual, jangan pernah berharap masyarakat akan sepenuhnya menerima kondisi kalian yang secara nyata telah menjadi ancaman dan bertentangan dengan berbagai tinjauan apapun.

Hadanillahu wa iyyakum. Semoga Allah memberi hidayahNya kepada saya dan kita semua.

Yogyakarta, 19 Februari 2016

Sheren Chamila Fahmi

http://khazanah.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/16/02/21/o2wj1w394-surat-terbuka-untuk-lgbt-dari-muslimah-bercadar

akun-facebook-sheren-_160221213204-861_republika

Posted Februari 25, 2016 by 4n1ef in Uncategorized

“Ikhas,nrimo,sabar”   Leave a comment

Petuah dr nenek yg akn sll kuingat. Tiga kata yg sll diulang tiap kali cucunya datang.
Aq msi ingat ktk waktu SD aq pernah -mhn maaf- susah buang air besar. Aq sdh minum obat. Dan yg namanya ank kecil, kdg smp nangis2 tak karuan.
Oleh nenek,aq disuruh mencipratkn air putih itu ke bokongku. “Mau wis takwacakke al-fatehah ping pitu le” kata nenek. Dan,biidznillah,stlh itu, BAB q lancar.
:-)
Dulunya,nenek adl pedagang,saat itu msh penjajahan belanda. Dengan sembilan anak yg smwnya sukses. Skrg,tinggal kenangan yg tak terlupakan. Grandma, i luv u.

*Wingi dalu wanci jam 9.15 simbah seda. Lantaranipun, gerah ingkang mboten enten obatipun, tuwa. Mugi sedaya amal kasaenan ditampi ing ngarsanipun Alloh Ta’ala, lan sedaya kalepatanipun dipun ngapura. Dhumateng saderek2 ingkang rumaos taksih nggadhahi utang piutang, nyuwun tulung nghubungi kulo punopo ahli waris sanesipun. Matur suwun.

Posted Februari 14, 2016 by 4n1ef in Uncategorized

Flumeco dan Arcamox   Leave a comment

Semenjak kepindahan dr kos ke wisma pusdik, sudah dua kali aku mengalami batuk2. Mnrtq ini karena adaptasi lingkungan,yg semula tdk memakai pendingin ruangan , skrg pake. Yg biasa makan dua kali sehari atw nasi stgh waktu di kos, skrg tiga kali dgn menu b’gizi tinggi (lho?!). Juga hawa dingin yg melanda jakarta krn hujan hampir tiap hari. Lokasi pusdik jg ada di persis di sblh sungai ciliwung, dgn pohon2 besar di skitar wisma mnambh dingin udara. Tmbh lg adanya bbrp aturan yg bg sebagian org tdk cocok (smp instrukturku bilang “yg ikhlas ya,ga slmanya kalian spt ni”, hiks).
Dua obat di judul atas adl obat batuk keduaku. Waktu pertama diklat prajab, msh byk tmn yg jg kena batuk. Masuk mgg keempat ini sdh mulai byk yg sembuh.
Dgn pola mkn teratur n olahraga, byk tmn2 yg b’tmbh berat badannya. Peningkatan berat badan menuju tubuh ideal, kata tmn2. Yg tadinya kurus kerempeng, skrg nambh dikit cadangan lemakna. Celana sdh tak muat lagi:-) .
Namun malang bagiku, meski dah mkn byk n olahraga teratur, masih tetap aja berat bdnku, lima puluh kilo. Mgkn krn slain tmbh gizi, tambah juga penyakit di sini. Ya..tadi,blm adaptasi.

Posted Januari 14, 2016 by 4n1ef in Uncategorized

Excellent Service   Leave a comment

Merupakan tugas utama pemerintah untuk memberikan pelayanan yg terbaik kepada masyarakat. Tugas ini dibebankan kepada setiap pegawai negeri sipil atw PNS baik langsung maupun tidak langsung.
Pelayanan prima adalah pelayanan yg terbaik, karena sesuai dgn standar yg dimiliki oleh instansi pemberi pelayanan. Standar ini dibuat sesuai dgn keinginan dan harapan masyarakat. Tentu saja, perlu ada kesepahaman antara masyarakat dan penyelenggara agar tidak ada yg merasa dirugikan. Misalnya, dlm pengurusan SIM. Sebenarnya sdh ada standar yg baku, namun hny karena masyarakat yg tdk ingin repot (tdk perlu ke loket ini dan itu), akhirnya memilih melalui calo. Demikian juga dgn aparatnya, shrsnya menolak bkerjasama dgn para calo tersebut.
Pelayanan dapat dibagi mjd tiga, yaitu core service, facilitating service dan supporting service. (lihat Gonros,1990)
Dalam memberi pelayanan kepada masyarakat, masih sering terdapat keluhan adanya uang pungli, berbelit-belitnya pelayanan atau lamanya pelayanan yg diberikan. Belum lagi ditambah dengan petugas yang kurang ramah. Bahkan muncul istilah2.. “kalau bisa dipersulit, kenapa dipermudah” atau “mau lewat ‘jalan tol atw yg biasa?”. Dan sebagainya.
Untuk itulah, pelayanan prima mendesak untuk dilakukan. Dalam reformasi administrasi negara, perbaikan pelayanan adalah kunci kepercayaan masyarakat kepada pemerintahnya. Adapun kepercayaan adalah modal awal kolaborasi dan partisipasi masyarakat dalam program2 pembangunan.

*disarikan dr materi Diklat Prajabatan, Pelayanan Prima.

Posted Desember 14, 2015 by 4n1ef in Uncategorized

Akhwat Menggugat 1   Leave a comment

“kuper banget si ni cewek”
“ga gaul loe, ga modern”
Sering denger kata2 ini? Atau ungkapan kasar spt sok suci,sok alim,atw sok jual mahal? Yup, kita pasti th alasan laki2 mengatakan itu. Ya karena sang perempuan g mau diajak jalanlah atw hny krn sang pr menundukkan pandangan ktk b’tm laki2 di jalan.

Sungguh menyakitkan. Apalagi bg seorg pr b’hati lembut dan dikatakn di hdpn byk org. Entah berapa byk pr yg menangis, mjd bingung dlm b’sikap, lalu timbul sbh p’tnyaan.. salah ga klo qt mjg p’gaulan qt, iffah qt? Apa hrs b’metamorfosis mjd pr modern n gaul?

Sahabatku rahimahulloh..
Coba antum buka Al-Qur’an surah an-Nur ayat 31..

Disana Alloh mengajarkn qt utk menjaga pandangan. Hny memandang saja tdk blh, apalagi jk dtmbh dgn jln brg dan b’cnda yg tdk ad 7an yg jelas? Brp kali tatapan itu tjd?

Ayat tsb jg bkn b’arti qt hrs mnutup diri n nyingkuk d kmr.. Tgs qt Mnjaga diri, bkn Menutup diri. Tak ad larangan u/ bicara jk ad keperluan spt organisasi atw belajar mengajar.
Asal..

>b’sambung

Posted November 14, 2015 by 4n1ef in Uncategorized

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.