Bismillah, merakit Pralon dan Plafon menjadi Home   Leave a comment

Sandang, pangan dan papan adalah tanggung jawab suami yang harus dipenuhi untuk keluarganya, meski boleh dibantu oleh istrinya. Dan karena tuntutan kerja yang nomaden, dengan mempertimbangkan wilayah yang paling dekat, maka semenjak kepindahan dari Sulawesi ke Jawa, mulailah mencari rumah untuk domisili. Banyak yang harus dipikirkan, mulai dari mana dananya, lokasi dan kriteria lainnya.

Beberapa rumah yang sudah disurvey misalnya:

Tiap rumah punya kelebihan dan kekurangan masing-masing, dengan resiko yang bermacam-macam. Dan bismillah,, setelah memantapkan diri dan mendengar masukan dari keluarga, akhirnya memberanikan diri beli rumah yang seken, berlokasi bagus. Dengan renovasi sedikit, tidak perlu mewah, alhamdulillah yang penting punya rumah sendiri.

Begini penampakan rumah sebelum renovasi:

 

Renovasi, memilih keramik dan cat:

Rumah Jadi:

Tidak muluk-muluk, dan semoga Allah berkahi kami dengan rumah yang ada ini, bisa bermanfaat untuk lingkungan dan menambah bakti kami pada kedua orang tua kami. Aamiin.

Iklan

Posted Oktober 20, 2017 by 4n1ef in Ini ceritaku, mana ceritamu? - Indomie, Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s