“demi kemaslahatan”   Leave a comment

Sampai saat ini, aq masih memandang bahwa politik itu kotor, menghalalkan segala cara, meski dibungkus rapi dalam sebuah kata indah, partai…

Sudah sangat jelas bahwa demokrasi itu sendiri prinsip ajarannya bertentangan dgn Islam. Sangat berbeda antara syuro’ dgn demokrasi.

Para aktivis islam yg b’politik, bagaimanapun akan terjebak dalam pola menghalalkan segala cara tersebut. Banyak sisi syari’at yang sengaja dikesampingkan demi ‘maslahat’ atau ‘ijtihad’ politik. Loyalitas pada asas (Islam) sudah tidak tampak lagi. Kata-kata ‘perbedaan adalah rahmat’, ‘universalisme Islam’ menjadi istilah umum.

Kaum muslimin akan duduk bersama dengan orang yang tidak sepaham. Tarik ulur, berkoalisi dengan pihak yg besar, untuk menang.

Bukan berarti dalam Islam tak ada politik, tapi politik dalam Islam punya aturan tersendiri. Politik Nabi dan para shohabatnya, bukan politik Plato dan Aristoteles. Bukan “dari Rakyat, oleh Rakyat dan untuk Rakyat”, tapi “hukum Sang Pencipta untuk manusia” karena Dia yg lebih tahu apa yg diperlukan oleh hamba2-Nya.

Posted September 14, 2014 by 4n1ef in Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s