Selembar Kain   Leave a comment

Jilbab adalah komitmen. Komitmen bahwa seorang muslimah yang baik akan menjaga dirinya dan keluarganya dari hal-hal yang dilarang. Komitmen bahwa “kami mendengar dan kami patuh”. Seorang wanita yang berjibab akan mendorong suaminya untuk berbuat kebaikan, mendidik anak-anaknya menjadi generasi Robbani, dan turut menjaga lingkungan di sekitar ia tinggal dari hal-hal yang bisa merusak. Semua wanita punya pekerjaan, dan pekerjaan teragung adalah menjadi ibu rumah tangga. Siapa bilang, muslimah tak mempunyai peran dalam hal ekonomi, pendidikan dan kesehatan? Sangat bodoh sekali orang yang mengatakan seperti itu.

Allah berfirman:
“Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min: ”Hendaklah mereka menjulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka“. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang.” (QS. Al-Ahzab: 59).
Para ulama’ bersepakat bahwa jilbab hukumnya adalah wajib berdasarkan Al-Quran dan sunnah.

ANCAMAN KELUARGA YANG MEMBIARKAN KELUARGANYA TAK BERJILBAB
Seorang mukmin hendaknya menjauhkan dirinya dan keluarganya dari api neraka. Rasulullah bersabda:
Ada tiga perkara, Allah mengharamkan mereka masuk sorga, yaitu pecandu khomer, orang yang tidak taat dan addayus, yang menyetujui istrinya berbuat kejahatan. (HR. Ahmad 5839, Shahihul Jami’: 3052, 2/290).

Addayyus yaitu orang yang mengetahui keluarganya melakukan perbuatan keji seperti zina dan lainnya, tetapi mereka malah mendukungnya atau mendiamkannya. Contoh lainnya lagi: Orang tua yang membiarkan putrinya bergaul bebas dan bersenda gurau dengan pria yang bukan mahromnya. Suami setuju melihat isteri atau putrinya hanya berpakaian pendek, tidak berjilbab, atau membiarkan putri dan isterinya berhadap-hadapan dengan pria bercelana pendek saat nonton telivisi dan Iainnya. (Lihat Mukhtashor Al­Kabaair Adz-Dzahabi: 36).

Demikianlah, semoga Allah memberi petunjuk kepada kita semua, semoga Allah memberi kesabaran bagi ukhti kita yang berjilbab, semoga kita tidak menjadi penghalang wanita yang berjilbab, semoga kita menjadi pendukungnya walaupun fitnah tidak kunjung padam. Jangan sampai ada dalam pikiran kita, bahkan sampai terucap dalam lisan kita “selembar kain saja kok dirisaukan”. Mereka ingin memadamkan cahaya Allah, tetapi Allah ingin menghidupkan cahaya itu. Semoga Allah menunjukkan jalan kebenaran itu pada kita semua.

Posted Juni 14, 2014 by 4n1ef in Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s