Pezina Diapresiasi, Pencuri Dihabisi Sampai Mati, Betulkah?   Leave a comment

Bismillahirrohmanirrohim

Al-Imam Ahmad berkata: “Aku tidak mengetahui sebuah dosa -setelah dosa membunuh jiwa- yang lebih besar dari dosa zina.”

Dan Allah Ta’ala menegaskan pengharamannya dalam firmanNya:
“Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barangsiapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya), (yakni) akan dilipat gandakan adzab untuknya pada hari Kiamat dan dia akan kekal dalam adzab itu, dalam keadaan terhina kecuali orang-orang yang bertaubat …” (Al-Furqan: 68-70).

Dalam ayat tersebut, Allah Ta’ala menggandengkan zina dengan syirik dan membunuh jiwa, dan vonis hukumannya adalah kekal dalam adzab berat yang berlipat ganda, selama pelakunya tidak menetralisir hal tersebut dengan cara bertaubat, beriman dan beramal shalih. Allah Ta’ala berfirman:

“Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji (fahisyah) dan suatu jalan yang buruk.” (Al-Isra’: 32).

Di sini Allah Ta’ala menjelaskan tentang kejinya praktek zina dan kata “fahisyah” maknanya adalah perbuatan keji atau kotor yang sudah mencapai tingkat yang tinggi dan dapat diakui kekejiannya oleh setiap orang berakal bahkan oleh sebagian banyak binatang, sebagaimana disebutkan oleh Al-Bukhari dalam Shahih-nya dari Amr bin Maimun Al-Audi, dia berkata: “Aku pernah melihat -pada masa jahiliyah- seekor kera jantan yang berzina dengan seekor kera betina. Lalu datanglah kawanan kera mengerumuni mereka berdua dan melempari keduanya sampai mati.”
—–
Sa’ad bin Ubadah radhiallaahu anhu berkata: “Sekiranya aku melihat seorang pria berzina dengan isteriku, tentu aku akan memenggal lehernya dengan pedang tanpa pikir panjang lagi.” Maka sampai perkataan ini kepada Rasulullah , lalu beliau bersabda:

“Apakah kalian heran dengan kecemburuan Sa’ad? Demi Allah, sungguh aku ini lebih cemburu dari dia, dan Allah lebih cemburu dari aku, dan oleh karena betapa agungnya kecemburuan Allah, maka Dia haramkan segala perbuatan keji, baik yang lahir maupun yang batin.”(Muttafaq ‘alaih).

Dalam Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim, juga diriwayatkan dari Nabi :
“Sesungguhnya Allah itu cemburu, dan sesungguhnya seorang mukmin itu juga cemburu. Dan kecemburuan Allah itu akan timbul bila seorang hamba melakukan apa yang diharamkan kepadanya.”

Dalam hadits Al-Bukhari dan Muslim, juga diriwayatkan dari Nabi :
“Tak ada seseorangpun yang lebih pencemburu dari Allah, oleh karena itu Allah mengharamkan perbuatan-perbuatan keji, yang lahir maupun yang batin. Tak ada seorangpun yang lebih senang menerima udzur (permohonan maaf) dari Allah, oleh karena itu Dia mengutus para rasul untuk memberikan kabar gembira dan peringatan. Tak ada seorangpun yang lebih senang dipuji melebihi Allah, oleh karena itu Dia memuji diriNya sendiri.”

Juga dalam kitab Ash-Shahihain , diriwayatkan khutbah Nabi di saat shalat gerhana matahari, beliau bersabda:

“Hai umat Muhammad, demi Allah, tak ada satupun yang lebih pencemburu dari Allah ketika ada seorang hambaNya yang laki-laki atau perempuan berbuat zina. Hai umat Muhammad, demi Allah, sekiranya kalian mengetahui seperti apa yang aku ketahui tentu kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis.” Kemudian beliau mengangkat kedua tangannya seraya berkata: “Ya Allah, adakah aku sudah sampaikan.”

Disebutkannya perbuatan dosa besar ini secara khusus setelah shalat gerhana matahari mengandung isyarat rahasia yang menakjubkan; dan semaraknya fenomena zina ini merupakan tanda rusaknya alam ini, dan itu semua adalah salah satu tanda Kiamat; seperti yang disebutkan dalam Ash-Shahihain , dari Anas bin Malik bahwa dia berkata: Aku akan menceritakan pada kalian sebuah hadits yang tidak akan ada orang yang akan menceritakannya pada kalian setelah aku. Aku mendengar Rasulullah bersabda:  “Di antara tanda-tanda Kiamat yaitu bila ilmu (syar’i) menjadi sedikit(kurang), dan kebodohan menjadi tampak serta zina juga menyebar (di mana-mana). Pria jumlahnya sedikit dan kaum wanita jumlahnya banyak sehingga untuk lima puluh wanita (perbandingannya) satu orang pria.”

Salah satu sunnatullah yang diberlakukan pada makhlukNya, yaitu bahwa ketika zina mulai tampak di mana-mana, Allah akan murka dan kemurkaanNya sangat keras, maka secara pasti kemurkaan itu akan berdampak pada bumi ini dalam bentuk adzab dan musibah yang diturunkan.

Abdullah bin Mas’ud berkata: “Tidaklah merajalela riba dan zina di sebuah daerah, melainkan Allah memaklumkan untuk dihancurkan.”

Sumber: Makalah Jangan Dekati Zina, Ibnul Qoyyim Al-Jauziyah, http://www.alsofwah.or.id

Posted Maret 14, 2014 by 4n1ef in Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s