Buat Arsip: Najwa Syihab   4 comments

Setinggi apapun jabatan seseorang, publisitas yang wow, harta berlimpah, istana megah.. tapi itu semua tidak ada apa-apanya jika tidak ada iman yang diyakini di hati dan diamalkan dalam perbuatan..

Trus apa hubungannya dengan Najwa? ini sih sekadar iseng di internet, ada temen nanyain apakah putra seorang pakar tafsir Quraisy Syihab tidak berjilbab,, dan parahnya lagi dianggap biasa-biasa saja..

setelah membaca di sini. atau secara parsial begini bunyinya

KENDATI dalam keluarga religius, soal pakai jilbab tak menjadi keharusan. Menurut Nana, kalau orang pakai jilbab itu bagus, kalau tak berjilbab juga tidak apa-apa. “Saya sih seperti itu dan saya percaya itu.”

Karena memang, kata Nana, alasan ayahnya yang lebih penting adalah terhormat. Karena bukan berarti yang berjilbab tidak terhormat dan yang berjilbab sangat terhormat, karena kan masih banyak interpretasi tentang hal itu. Menurut Nana, yang penting tampil terhormat dan banyak cara untuk terhormat selain dengan jilbab. “Tidak pernah ada keharusan untuk berjilbab,” ucapnya.

Dengan cara berpakaian seperti itu, kata Nana, tak pernah ada yang komplain. “Karena mungkin melihat ayah, kalau ditanya orang pendapatnya membolehkan, membebaskan berjilbab atau tidak. Jadi banyak alasan dari ayah saya. Kalau ada yang komplain, paling pas bercanda. Dan saya selalu bilang: ya insyaallah mudah-mudahan suatu saat. Yang pasti hatinya berjilbab kok.”

Nana kagum pada yang pakai jilbab dan menutup aurat. Dia ingin juga pakai jilbab, mungkin suatu saat. “Sampai saat ini saya tidak merasa ada kewajiban atau beban untuk berjilbab,” katanya, “Karena sejauh saya bisa menjalankan kewajiban saya sebagai muslimah tidak masalah berjilbab atau tidak.”

 

padahal, dalam Al-Qur’an sudah jelas disebutkan tentang kewajiban berjilbab,, sebagaimana tersebut dalam firmannya dalam surat An Nur: 31 :

“Katakanlah kepada wanita beriman, hendaklah mereka menahan pandangan mereka, memelihara kemaluan mereka dan jangan menampakkan perhiasan mereka kecuali apa yang biasa nampak. Hendaklah mereka menutupkan khimar mereka ke dada mereka; dan jangan menampakkan perhiasan mereka kecuali kepada suami mereka, ayah mereka, ayah suami mereka……”

Firman Alloh ta’ala dalam surat Al Ahzab ayat 59:

“Wahai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu dan istri orang-orang beriman, hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenal dan tidak diganggu orang. Alloh Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
Semoga pemikiran yang sesat dan menyesatkan bahwa “yang penting terhormat” tidak meluas. Semoga Allah memberi taufiq pada kita untuk paham akan agama-Nya dan dapat melaksanakan ibadah ikhlas pada-Nya agar kita bisa masuk dalam jannah-Nya. Amin.

Posted September 20, 2012 by 4n1ef in Pengetahuan Umum

Tagged with , , ,

4 responses to “Buat Arsip: Najwa Syihab

Subscribe to comments with RSS.

  1. tapi kalau melihat berita atau dalam dunia nyata, wanita berjilbab malah mempermalukan agamanya. saya malah berpandangan, lebih baik memperbaiki akhlaknya dulu, dari pada nanti memakai jilbab tetapi melakukan perbuatan yang mempermalukan agama

    • salah satu cara memperbaiki akhlak, ya dengan memakai jilbab itu mas.. dengannya seorang muslimah akan menjaga adab dan agamanya.
      kadang kalau mas melihat berita, seperti tersangka kasus korupsi yang malah pake jilbab bahkan bercadar,, itu tidak bisa jadi ukuran.

  2. kan “hendaklah…” bukan “diwajibkan…” nah kalo ada yang berpendapat gini, kita harus jawab apa ya? dijawab “pokoknya wajib titik.” atau gimana? hehe bantuin njawab

    • Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan)nya. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah, dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar. (An-Nisa:9)

      Sebenarnya yang terjadi adalah kesalahan atau keterpelesetan ketika menterjemahkan. Terjemahan yang benar dari ayat yang anda tanyakan itu sebenarnya buka ‘hendaklah’, tetapi: ‘wajiblah’.

      Pokok masalahnya adalah penerjemahan ke dalam bahasa Indonesia oleh Departemen Agama memang agak kurang tepat. Sebab terjemahannya menggunakan kata “hendaklah”. Padahal secara rasa bahasa, banyak orang yang memahami kalau penggunaan kata “hendaklah” tidak bermankna perintah, melainkan himbauan. Dan himbauan tidak sama dengan perintah.

      Itulah mengapa banyak orang yang hanya membaca terjemahan Depag, lantas keliru dalam memahami nilai hukum yang ada dalam Al-Quran. Salah satunya karena begitu banyak kata perintah hanya diterjemahkan sebagai “hendaklah”.

      tambahan dari seorang sahabat, ada hadist riwayat Muslim, Ada dua golongan penghuni neraka yang aku belum pernah melihatnya: Laki-laki yang tangan mereka menggenggam cambuk yang mirip ekor sapi untuk memukuli orang lain dan wanita-wanita yang berpakaian namun telanjang dan berlenggak lenggok. Kepalanya bergoyang-goyang bak punuk onta. Mereka itu tidak masuk surga dan tidak pula mencium baunya. Padahal sesungguhnya bau surga itu bisa tercium dari jarak sekian dan sekian.

      juga, jika sakit maag hendaknya makan teratur… trus milih makan teratur ato gak? makan teratur kan? padahal cuma hendaknya lho ya..🙂

      untuk lebih jelasnya: silakan klik di http://www.rumahfiqih.com/ust/e2.php?id=1199260218&title=quran-tidak-mewajibkan-kerudung-hanya-menganjurkan

      wallahu a’lam..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s