Perilaku Keorganisasian   Leave a comment

Pada dasarnya, pada mata kuliah ini akan mempelajari tentang telaah individu yang membentuk suatu dinamika kelompok dalam sebuah organisasi. Kita akan membahas berbagai macam karakter yang ada di setiap individu, namun tidak sampai mendetail seperti dalam psikologi. Selain itu, hubungan antar individu akan dibahas dalam topik dinamika kelompok, dimana setiap sub bagian atau bagian dalam organisasi mempunyai tugas dan tanggung jawab yang berbeda-beda. Pada akhirnya, kita akan melihat hubungan bagian-bagian tersebut dalam satu kacamata utuh yaitu organisasi sebagai usaha banyak orang dalam mencapai satu tujuan tertentu.

Ada empat aturan kinerja dalam suatu bisnis organisasi:

  1. Produktivitas yang efisien dan efektif

Dulu, kita mengenal prinsip ekonomi yang berbunyi, “Mengeluaran biaya yang sekecil-kecilnya guna memperoleh barang/jasa yang sebanyak-banyaknya”. Barangkali prinsip itu sekarang tidak lagi relevan, contohnya saja, ketika kita akan membeli rokok (haram), maka misalnya harga 25.000 sebungkus, kita tak akan mendapatkannya 24.000. Tukang becak pun ada tarifnya sehingga ketika kita mau naik becak dari Rumah Sakit Islam Faisal ke Mall Panakkukang, kita ga akan Cuma ngasih 2.000 rupiah. Tukang becaknya pasti langsung ngeloyor pergi…

Nha, prinsip ekonomi sekarang lebih menitikberatkan pada minimalisasi biaya dan penggunaan biaya yang tepat guna dan tepat sasaran. Perencanaan yang tepat dalam estimasi biaya akan berdampak pada efisiensi perusahaan. Namun, tidak semua efisiensi itu efektif. Bisa jadi efisien lalu menurunkan kualitas, ditinggal pelangan juga akhirnya.

So, produktivitas harus efisien dan efektif, agar mencapai hasil yang optimal.

  1. Rasio jam kerja (2)

Kita mengenal jam biologis manusia. Bekerja lembur sampai larut akan menyebabkan biaya perusahaan meningkat, sedangkan produktivitas pekerja sudah berada pada level yang tidak optimal.

  1. Kepuasan kerja (3)

Bagi sebagian kita, gaji di dalam perusahaan mungkin sangat pas-pasan. Tapi, ia tetap bekerja di sana. Tahu kenapa? Meski pas-pasan, ia merasa puas karena pekerjaannya dinilai oleh orang, dihargai dan digunakan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan perusahaan. Dia berada dalam lingkungan kerja yang sehat, teman yang baik dan atasan yang memberi dorongan untuk selalu belajar. Maka, ia akan bekerja lebih giat dan semangat untuk memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi organisasi tersebut.

  1. Tingkat perputaran tenaga kerja (4)

Yang dimaksud disini adalah perbandingan jumlah tenaga kerja dengan pekerjaan yang dilakukan dan rotasi pegawai antar bagian. Dalam manajemen, dikenal istilah, “the right man on the right place”. Pekerja yang pintar di bagian pemasaran, jangan ditaruh di bagian adminstrasi keuangan. Selain itu, perlu juga mutasi pegawai secara berkala agar pegawai tidak jenuh serta meningkatkan kinerja perusahaan.

Posted Januari 1, 2011 by 4n1ef in college, Perilaku Keorganisasian

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s