UAAAAS….   Leave a comment

  1. Syarat SIM Modern dan efektif

Ada

  1. Database Manajemen Sistem

Sistem manajemen database adalah sistem berbasis komputer untuk mendefinisikan, membuat, memanipulasi, mengawasi, mengatur, dan menggunakan database.

Tujuan : meminimumkan pengulangan dan mencapai independensi data.

Contoh:

Beberapa contoh DBMS yang terkenal dapat dilihat pada tabel sebagai berikut :

Beberapa Contoh DBMS

DBMS Vendor
Access Microsoft Corporation
DB2 IBM
Informix Ibm
Ingres Computer Associate
MySQL The MySQL AB Company
Oracle Oracle Corporation
Sybase Sybase Inc.
Microsoft SQL Server Microsoft Corporation
Visual dBASE Borland
Visual FoxPro Microsoft Corporation
  1. Tiga fungsi operasional perusahaan dan jenis informasi yang dibutuhkan untuk masing2 fungsi tersebut

Ada 4 hal yang mendasari fungsi operasional perusahaan, yaitu :
1. Fungsi operasional Sumber Daya Manusia (SDM)
Fungsi ini bertanggung jawab dalam merekrut dan menempatkan karyawan. Ada beberapa tahapan penting dalam bagian personalia, diantaranya :
a. Merumuskan perencanaan di bidang SDM
b. Melakukan rekruitment
c. Penyeleksian tenaga kerja
d. Orientasi terhadap tenaga kerja
e. Melakukan pelatihan dan pengembangan
f. Penilaian prestasi
g. Promosi, pemutasian, demosi, PHK dan pensiunan tenaga kerja
h. Pemberian kompensasi

(*) Tiga dasar penting sebagai dasar perencanaan SDM, yaitu :
a. Merencanakan SDM yang berpedoman pada kebutuhan
b. Merencanakan SDM yang berpedoman pada inventory SDM
c. Merencanakan SDM yang berpedoman pada hasil analisa jabatan

(*) Dasar melakukan rekriutment adalah karena kekurangan SDM dimana terdapat dua cara dalam merekrut karyawan, yaitu bersumber dari internal perusahaan atau dari eksternal perusahaan.

2. Fungsi operasional produksi
Fungsi ini bertanggung jawab apabila tidak adanya konsumen yang mau membeli produk yang ditawarkan.
Ada 6 kegiatan penting yang harus dilakukan oleh bagian produksi, yaitu :
a. Tahapan dalam pemilihan lokasi kegiatan produksi
antara lain berdasarkan pertimbangan biaya, ketersediaan yang berkaitan dengan bahan baku, jarak pasar, persediaan sumber energi, dan transportasi yang mendukung.
b. Tahapan merumuskan perencanaan operasional
tahap ini harus efektif, oleh karena itu ada 2 usaha agar perencanaan produksi sukses, yaitu :merumuskan perencanaan di bidang produksi dan perumusan tata ruang.
c. Merumuskan design organisasi di bidang produksi
Bagian ini terdapat spesialisasi kerja sehingga setiap karyawan memiliki tanggung jawab masing – masing.
d. Kegiatan pengendalian di bidang produksi
hakikat dari pengendalian ini adalah untuk menghindari penyimpangan. Pengendalian ini dapat terhadap bahan baku dan kualitas produksi.
e. Peningkatan efisiensi di bidang produksi
Peningkatan efisiensi dapat dipengaruhi oleh : proses perbuahan barang yang diproduksi, kualitas SDM dan kualitas bahan baku.
f. Perlunya perawatan peralatan di bidang produksi
Hakikat dari perawatan peralatan tidak lain adalah untuk menghindari kerusakan peralatan produksi.

3. Fungsi operasional marketing (pemasaran)
Marketing adalah sistem keseluruhan dari kegiatan perusahaan / usaha, diantaranya merumuskan perencanaan produk, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan produk untuk memuaskan dan memenuhi keinginan konsumen.
(*) Agar proses pemasaran sukses, ada lima konsep yang mendasari, yaitu :
a. Konsep produksi
Dimana konsumen menyukai dan mau membeli produk yang murah dan bermutu dimana pun Ia berada dan kapanpun Ia mau dan butuh maka produk itu harus ada.
b. Konsep produk
Konsumen akan menyukai dan mau membeli produk yang berkualitas dan inovatif.
c.Konsep Penjualan
Konsumen akan mau melakukan pembelian apabila konsumen selalu diingatkan dengan cara melakukan promosi produk pada konsumen.
d. Konsep Pemasaran
Bahwa konsumen akan mau membeli apabila dapat memuaskan kebutuhan konsumen secara efektif dan lebih baik dibandingkan dengan pesaing.
e. Konsep pemasaran sosial kemasyarakatan
Kunci pencapaian tujuan pemasaran ada 3, yaitu :
a. Pemenuhan kebutuhan dan memberikan kepuasan konsumen
b. Konsumen tidak dirugikan
c. Menguntungkan masyarakat di seputar perusahaan

4. Fungsi operasional keuangan
Ada 2 pekerjaan penting di dalam bagian keuangan, yaitu :
a. Bagaimana harus mendapatkan dana dengan cara yang efisien
b. Bagaimana menggunakan uang dengan efektif

(*) Ada dua sumber keuangan yaitu sumber internal dan eksternal
a. Sumber internal
– Modal sendiri
– Laba yang didapat
– Penjualan asset
– Menjual saham

b. Sumber eksternal
– Utang
– Menerbitkan surat utang dan menjualnya, seperti obligasi.

  1. Pendekatan yang dapat dilakukan untuk menjelaskan kebutuhan akan informasi dari seorang manajer
  1. Fungsi perangkat keras SIM
  1. Sistem dan model umum sistem
  2. Siklus dari informasi

Pertama-tama data dimasukkan ke dalam model yang umumnya memiliki

urutan proses tertentu dan pasti, setelah diproses akan dihasilkan informasi

tertentu yang bermanfaat bagi penerima (level management) sebagai dasar

dalam membuat suatu keputusan atau melakukan tindakan tertentu,

Dari keputusan atau tindakan tersebut akan menghasilkan atau diperoleh

kejadian-kejadian tertentu yang akan digunakan kembali sebagai data yang

nantinya akan dimasukkan ke dalam model (proses), begitu seterusnya.

Dengan demikian akan membentuk suatu siklus informasi (information cycle)

atau siklus pengolahan data (data processing cycles), seperti gambar berikut :

+———–+

:   Proses  :

+——>:  (Model)  :——-+

:       +———–+       :

:                           :

:                           :

+————+             +—————+

:   Input    :             :     Output    :

:   (Data)   :             : (Information) :

+————+             +—————+

^                           :

:                           :

+————+             +—————+

:    Data    :             :    Penerima   :

: (Kejadian) :             :     (User)    :

+————+             +—————+

^                           :

:                           :

+————+             +————-+

:    Hasil   :             :  Keputusan  :

:  tindakan  :             :  tindakan   :

+————+             +————-+

^                           :

:                           :

+—————————+

Gambar 1.3 : Siklus informasi

  1. Artificial intellegensi

Ada beberapa definisi yang diajukan oleh para ahli mengenai Artificial Intellegence. Salah satu definisi yang cukup jelas adalah : Artificial Intellegence adalah sebagian dari komputer sains yang mempelajari (dalam arti merancang) sistem komputer yang berintelegensi, yaitu sistem yang memiliki karakteristik berpikir seperti manusia. (Avron Barr dan Edward E. Feigenbaum dalam bukunya “The handbook of AI”).

Sementara ini komputer memang sudah sangat pandai dalam menghitung atau proses numerik. Kehebatan lainnya adalah kemampuan menyimpan data dan kemampuan mengerjakan operasi yang berulang dengan cepat dan tidak bosan-bosannya. Sejauh itu komputer belum memiliki intelegensi. Dimana dalam intelegensi ini terdapat komponen yang paling vital yang tidak dimiliki oleh komputer, yaitu ‘common sense’. Sense = kemengertian; common = umum. Secara sederhana, common sense adalah sesuatu yang membuat kita tidak sekedar memproses informasi, namun kita mengerti informasi tersebut. Kemengertian ini dimiliki oleh umum atau semua orang (normal), jadi disebut ‘kemengertian umum’.

  1. Sepuluh sifat-sifat informasi

•Benar atau salah

•Baru

•Tambahan

•Korektif

•Penegas

  1. KARAKTERISTIK INFORMASI

Untuk mendukung keputusan yang akan dilakukan oleh manajemen, maka manajemen membutuhkan informasi yg berguna. Untuk tiap2 tingkatan manajemen dengan kegiatan yg berbeda-beda, dibutuhkan informasi yg berbeda-beda pula, karakteristik informasi ini antara lain :

    1. Kepadatan Informasi : untuk manajemen tingkat bawah, karakteristik informasinya adalah terperinci(detail) dan kurang padat, krn terutama digunakan untuk pengendalian operasi. Sedang untuk manajemen yg lebih tinggi tingkatannya, mempunyai karakteristik informasi yg semakin tersaring(terfilter), lebih ringkas dan padat.

    1. Luas Informasi : manjemen bawah karakteristik inf. Adalah terfokus pada suatu masalah tertentu, krn digunakan oleh manajer bawah yg mempunyai tugas yg khusus. Untuk manajer tingkat tinggi, karakteristik inf yg semakin luas, karena manajemen atas berhubungan dengan masalah yg luas.

    1. Frekuensi informasi : Manajemen tingkat bawah frekuensi inf yg diterimanya adalah rutin, krn digunakan oleh manajer bawah yg mempunyai tugas yg terstruktur dgn pola yg berulang2 dari waktu ke waktu. Manajem tingkat tinggi, frekuensi informasinya adalah tidak rutin atau adhoc (mendadak), krn manajemen atas berhubungan dengan pengambilan keputusan tdk terstruktur yg pola dan waktunya tdk jelas.
    2. Waktu Informasi : Manajemen tingkat bawah, inf yg dibutuhkan adalah if historis, krn digunakan oleh manajer bawah di dalam pengendalian operasi yg memeriksa tugas2 rutin yg sudah terjadi. Untuk manajemen tingkat tinggi, waktu inf lebih ke masa depan berupa inf prediksi krn digunakan untuk pengambilan keputusan strategik yg menyangkut nilai masa depan.

    1. Akses Informasi : Level bawah membutuhkan inf yg periodenya berulang2, sehingga dapat disediakan oleh bagian sistem inf yg memberikan dalam bentuk laporan periodik. Dengan demikian akses inf tdk dapat secara on line, tetapi dapat secara off line. Sebaliknya untuk level lebib tinggi, periode inf yg dibutuhkan tdk jelas, sehingga manajer2 tingkat atas perlu disediakan akses on line untuk mengambil inf kapan pun mereka membutuhkan.

    1. Sumber Informasi : Karena manajemen tingkat bawah lebih berfokus pd pengendalian internal perusahaan, maka manajer2 tingkat bawah lebih membutuhkan inf dgn data yg bersumber dari internal perusahaan sendiri, tetapi manajer tingkat atas lebih berorientasi pada masalah perencanaan strategik yg berhubungan dengan lingkungan luar perusahaan, shg membutuhkan inf dgn data yg bersumber pd eksternal perusahaan.
  1. Tiga jenis keputusan manajemen

Pengambilan keputusan ( Decision making) : adalah tindakan manajemen dalam pemilihan alternative untuk mencapai sasaran.
Keputusan dibagi dalam 3 tipe :
1.Keputusan terprogram/keputusan terstruktur : keputusan yg berulang2 dan rutin, sehingga dapt diprogram. Keputusan terstruktur terjadi dan dilakukan terutama pd manjemen tkt bawah. Co:/ keputusan pemesanan barang, keputusan penagihan piutang,dll.

2.Keputusan setengah terprogram / setengah terstruktur : keputusan yg sebagian dpt diprogram, sebagian berulang-ulang dan rutin dan sebagian tdk terstruktur. Keputusan ini seringnya bersifat rumit dan membutuhkan perhitungan2 serta analisis yg terperinci. Co:/ Keputusan membeli sistem komputer yg lebih canggih, keputusan alokasi dana promosi.

3.Keputusan tidak terprogram/ tidak terstruktur : keputusan yg tidak terjadi berulang-ulang dan tidak selalu terjadi. Keputusan ini terjadi di manajemen tingkat atas. Informasi untuk pengambilan keputusan tdk terstruktur tdk mudah untuk didapatkan dan tdk mudah tersedia dan biasanya berasal dari lingkungan luar. Pengalaman manajer merupakan hal yg sangat penting didalam pengambilan keputusan tdk terstruktur. Keputusan untuk bergabung dengan perusahaan lain adalah contoh keputusan tdk terstruktur yg jarang terjadi.

  1. Proses mengerjakan desain konseptual

Perancangan basis data relasional adalah proses untuk

1. mengidentifikasi atribut (elemen data) yang menggambarkan fakta dari suatu organisasi

2. menemukan arti dari setiap atribut untuk organisasi

3. menemukan hubungan antar atribut

4. mengelompokan atribut-atribut tersebut dalam relasi

  1. Empat tugas pokok yang dilaksanakan selama desain konseptual
  1. Atribut manajerial dan lingkungan organisasi
  2. Tahap2 pengambilan keputusan dan cara menghasilkan keputusan yang bermutu
  1. TAHAPAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN

Simon (1960) memperkenalkan empat aktivitas dalam proses pengambilan keputusan :

    1. Intelligence : Pengumpulan informasi untuk mengidentifikasikan permasalahan.
    2. Design : Tahap perancangan solusi dalam bentuk alternatif2 pemecahan masalah.
    3. Choice : Tahap memilih dari solusi dari alternatif2 yg disediakan.
    4. Implementation : Tahap melaksanakan keputusan dan melaporkan hasilnya.

Metode dalam Mengambil Keputusan yang tepat

Metode Pertama

• Pertama, mereka menjernihkan masalahnya terlebih dahulu. Mereka mengupas masalah hingga menjadi sederhana.

• Kedua, mereka mengumpulkan fakta. Mereka tidak terburu-buru mengambil keputusan sebelum mengumpulkan cukup fakta.

Pemimpin yang baik membuat keputusan dengan cepat, oleh karena itu mereka harus memiliki fakta sebanyak mungkin. Mereka tidak mengandalkan asumsi.

Bila masalah telah jernih dan fakta terkumpulkan, maka keputusan akan datang dengan sendirinya.

• Ketiga, mereka menghindari situasi yang menekan. Mereka tidak suka mengambil keputusan yang singkat. Cepat bukan berarti singkat. Oleh karena itu sekali membuat keputusan mereka tidak mudah untuk mengubah-ubahnya.

• Keempat, mereka memperhitungkan resiko yang mungkin terjadi. Bagi mereka resiko bukan hanya sesuatu yang buruk, namun mungkin juga sesuatu yang baik. Oleh karena itu mereka memperhitungkan nilai sebuah resiko.

• Kelima, mereka mempertimbangkan bagaimana keputusan yang mereka buat bisa mempengaruhi semua orang yang terlibat. Itu berarti mereka harus mengusahakan pemikiran dari anggota tim mereka.

• Keenam, mereka memikirkan dampak dari keputusan mereka hingga lima tahun ke muka, atau bahkan sepuluh tahun ke depan.

• Terakhir, mereka mempertanyakan apakah keputusan mereka legal atau tidak, bermoral atau tidak, etis atau tidak. Apakah keputusan itu membuat hati menjadi damai atau tidak.

Metode Kedua

Mengambil literature dari tulisannya syamsul bahri,bahwa dalam mengambil keputusan diperlukan beberapa analisa langkah membuat keputusan tersebut, antara lain:

Pertama Tepat. Dalam keadaan bagaimanapun, yang diperlukan dari seorang pemimpin adalah ketepatan dalam mengambil keputusan dan membuat kebijakan. Apabila seorang pemimpin membuat keputusan maupun kebijakan yang salah, dampaknya akan sangat besar, yakni rusaknya tatanan berbangsa.

Kedua, Cepat. Seorang pemimpin harus mampu membuat keputusan cepat tanpa menunggu persoalan melebar ke mana-mana, sehingga sulit dicarikan penyelesaiannya. Ibarat air, akan sulit dikumpulkan lagi ketika sudah menyebar ke mana-mana.

Ketiga, Cermat. Keputusan yang dibuat dengan tepat dan cepat, harus pula mengandung unsur cermat atau kehati-hatian. Jangan sampai keputusan yang diambil malah menambah keruhnya suasana yang memang sudah keruh. Cermat memang mengisyaratkan seorang pemimpin tidak boleh asbun. Sebab, apapun yang dikatakan selalu dianggap benar oleh masyarakat. Tapi, cermat tidak pula dijadikan pembenar atau alasan menunda-nunda keputusan.

  1. Fungsi utama informasi dan sumber-sumber informasi

Ada

  1. Judul makalah

Bingung

  1. Pengertian
    1. Database
    2. Control unit
    3. Elekromechanical
    4. Reording of printing
  2. Metode pengumpulan data yang sifatnya pengamatan sendiri dan melalui wawancara
  1. Empat kegiatan utama pengendalian manajemen atas pengembangan sistem informasi

Posted Juli 21, 2010 by 4n1ef in college, Sistem Akuntansi Manajemen

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s