Pengembangan Badan Usaha – Versi 2   Leave a comment

PENDAHULUAN

Pada perusahaan yang telah berhasil dan mengumpulkan laba ditahan yang cukup, biasanya mulai mengembangkan usaha bisnisnya. Pengembangan usaha ini dapat dilakukan melalui berbagai cara, antara lain:

  1. Dengan diversifikasi produk, yaitu mengembangkan produk yang sama sekali baru. Misalnya PT. Garuda Indonesia yang membuka bisnis perhotelan di kota-kota besar, selain usaha utamanya yaitu dalam bidang penerbangan. Hal ini akan dibahas dalam “Perusahaan Dalam Tahap Pengembangan”.
  2. Dengan akuisisi perusahaan lain yang sahamnya dijual di Bursa Efek. Diharapkan dengan akuisisi ini, perusahaan akan memperoleh bagi hasil saham (earning per share) dari perusahaan anak yang cukup besar atau bila menjadi mayoritas akan memegang kendali atas perusahaan anak. Misalnya PT. Semen Gresik Tbk yang mengakuisisi saham dari PT. Semen Tonasa. Hal ini akan dibahas dalam “Penggabungan Usaha”
  1. A. PERUSAHAAN DALAM TAHAP PENGEMBANGAN

Terdapat dua syarat yang masuk dalam pengertian perusahaan dalam tahap pengembangan ini, yaitu:

  1. Perusahaan sedang mencurahkan semua kegiatan untuk mendirikan perusahaan baru

Kegiatan perusahaan yang sedang mencurahkan semua kegiatannya untuk mendirikan usaha baru lazimnya meliputi aktivitas-aktivitas seperti perencanaan keuangan; pencarian dana; penelitian dan pengembangan; pencarian sumber pasok; pembelian aktiva tetap dan aktiva operasi yang lain seperti hak pengelolaan sumber daya alam; rekrutmen dan pelatihan personalia; pengembangan pasar; dan percobaan produksi.

  1. Kegiatan utama belum dimulai atau kegiatan utama telah dimulai tetapi belum menghasilkan pendapatan dalam jumlah yang material.

PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN

Laporan keuangan yang dikeluarkan oleh perusahaan dalam tahap pengembangan menyajikan:

a)      Posisi keuangan, arus kas serta hasil kegiatan pra operasi sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku di Indonesia bagi perusahaan yang telah beroperasi

b)      Laporan keuangan pokok dan informasi lainnya yang perlu disajikan meliputi:

1)      Neraca, termasuk kerugian kumulatif yang dilaporkan dengan judul yang jelas seperti “kerugian kumulatif selama tahap pengembangan” dalam kelompok ekuitas.

2)      Laporan Laba Rugi yang menunjukkan jumlah pendapatan dan beban selama periode, termasuk jumlah kumulatif sejak pendirian perusahaan.

3)      Laporan Arus Kas yang menunjukkan sumber dan penggunaan kas dan setara kas setiap periode, termasuk jumlah kumulatif sejak pendirian perusahaan.

4)      Untuk setiap emisi, suatu Laporan Ekuitas yang menunjukkan (sejak pendirian perusahaan):

  • tanggal dan jumlah saham atau instrumen-instrumen permodalan lainnya.
  • jumlah uang (per lembar dan total) baik kas maupun non kas sebagai penukar dari saham atau instrumen permodalan lainnya yang dikeluarkan perusahaan.
  • jumlah yang dibayar dengan aktiva non kas, hakekat dari aktiva non kas dan dasar penjabarannya.

Prinsip akuntansi yang berlaku umum berlaku bagi setiap perusahaan dalam tahap pengembangan baik dalam pengakuan pendapatan maupun dalam menentukan apakah biaya dibukukan sebagai beban pada periode berjalan, atau ditangguhkan pembebanannya (dikapitalisasi) untuk disusutkan/diamortisasi selama beberapa periode sesuai dengan pemulihan manfaatnya di masa depan. Penangguhan pembebanan tersebut hanya terbatas pada biaya-biaya yang memiliki manfaat di masa depan yang antara lain meliputi beban pendirian perusahaan .

Laporan keuangan harus diidentifikasikan sebagai laporan keuangan perusahaan dalam tahap pengembangan, termasuk penjelasan mengenai hakekat aktivitas tahap pengembangan yang dilaksanakan.

  1. B. PENGGABUNGAN USAHA

Penggabungan usaha adalah “penyatuan dua atau lebih perusahaan yang terpisah menjadi satu

entitas ekonomi karena satu perusahaan menyatu dengan perusahaan lain atau memperoleh kendali atas aktiva dan operasi perusahaan lain”

Alasan penggabungan usaha:

  1. Manfaat biaya (cost advantage)
  2. Menekan risiko atau meminimalkan risiko (lower risk)
  3. Mengurangi penundaan operasi karena saat mengalami masalah, perusahaan lainnya bisa
  4. menompang untuk memecahkan masalah tersebut (fewer operating delay)
  5. Menghindari pengambilalihan usaha (avoidance of takeover)
  6. Pengakuisisian harta tak berwujud suatu perusahaan oleh perusahaan lainnya (aqusitions of intangible assets)

Sifat penggabungan usaha:

  1. Integrasi horizontal : penggabungan perusahaan dalam lini usaha atau pasar yang sama.
  2. Integrasi vertikal : penggabungan 2 atau lebih perusahaan dengan operasi yang berbeda-beda tetapi masih berhubungan dalam urutan prosesnya, seperti tahapan produksi dan/atau distribusi.
  3. Konglomerasi : penggabungan perusahaan-perusahaan denagn produk dan/atau jasa yang tidak saling berhubungan dan bermacam-macam.

Jenis penggabungan usaha:

a)      Akuisisi : Perusahaan pengakuisisi memperoleh kendali atas aktiva neto dan operasi perusahaan yang diakuisisi, dengan memberi aktiva tertentu, mengakui kewajiban, atau mengeluarkan saham.

b)      Penyatuan kepentingan (Uniting of Interest) : Perusahaan yang bergabung bersama-sama menyatukan kendali atas seluruh aktiva neto dan operasi perusahaan dan memikul bersama segala resiko dan manfaat entitas gabungan.

Bentuk penggabungan usaha:

a)      Akuisisi : suatu perusahaan memperoleh aktiva produktif dari entitas usaha lain dan mengintegrasikan aktiva-aktiva tersebut dalam operasionalnya atau suatu perusahaan memperoleh pengendalian operasi atas fasilitas produksi entitas lain dengan memiliki sejumlah besar saham berhak suara yang beredar. Perusahaan yang diakuisisi tidak perlu dibubarkan tetapi perusahaan tersebut tidak mempunyai eksistensi lagi.

b)      Merger : sebuah perusahaan mengambil alih semua operasi entitas usaha lain dan entitas yang diambil alih tersebut dibubarkan.

c)      Konsolidasi : perusahaan baru dibentuk untuk mengambil alih aktiva dan operasi dari dua atau lebih entitas usaha yang akhirnya entitas-entitas tersebut dibubarkan.

Konsep akuntansi penggabungan usaha:

Perusahaan yang melakukan penggabungan usaha akan melaporkan laporan keuangannya sebagai suatu entitas yang satu. Pengendalian dengan terhadap entitas usaha terbentuk dalam penggabungan usaha dimana:

a)      Satu/lebih perusahaan menjadi anak perusahaan

Suatu perusahaan akan menjadi anak perusahaan apabila sebagian besar ekuitasnya (>50%) dimiliki perusahaan lainnya. Perusahaan yang digabung tetap memiliki identitas dan catatan akuntansi yang terpisah sekalipun telah menjadi satu entitas untuk pelaporannya.

b)      Satu perusahaan mentransfer aktiva bersihnya kepada perusahaan lain

c)      Setiap perusahaan menstransfer aktiva bersihnya kepada sebuah perusahaan baru yang dibentuk.

Metode Akuntansi

  1. Pooling of Interest Method

Diasumsikan bahwa kepemilikan perusahaan yang bergabung adalah satu kesatuan dan secara relative tetap tidak berubah pada entitas yang baru.

Prosedur akuntansinya:

  1. Semua aktiva dan kewajiban milik perusahaan yang bergabung dinilai pada nilai buku saat diadakan penggabungan.
  2. Besarnya nilai investasi pada perusahaan yang digabung adalah sebesar jumlah modal (meliputi modal saham, agio saham, dan laba ditahan) perusahaan yang digabung atau sebesar aktiva bersih (total aktiva dikurangi total hutang) milik perusahaan yang digabung.
  3. Bila terdapat selisih antara jumlah yang dibukukan sebagai modal saham yang diterbitkan ditambah kompensasi pembelian lainnya dengan aktiva bersih yang diperoleh, maka harus diadakan penyesuaian modal yang akan bergabung.

Jurnalnya secara umum: (P = Parent, S = Subsidiary)

Investment in S                                                               XXX

Common Stock                                                                 XXX

Retained Earnings                                            XXX

Atau

Investment in PT S                                          XXX

Common Stock                                                                 XXX

Additional PIC – Common Stock                                XXX

Retained Earnings                                            XXX

Atau

Investment in PT S                                          XXX

Additional PIC – Common Stock                                XXX

Common Stock                                                                 XXX

Retained Earnings                                            XXX

Untuk perusahaan yang sudah memiliki investasi sebelumnya, maka nilai investasi yang dimiliki sebelum diadakan penggabungan dihapus terlebih dahulu.

Jurnalnya:

Investment in PT S (Dr.)                                                                XXX

Common Stock (Cr.)                                                       XXX

Additional PIC – Common Stock (Cr.)                      XXX

Retained Earnings (Cr.)                                                  XXX

Investment in PT S (Cr.)                                                                XXX

Kemudian PT P membuat jurnal penerimaan aktiva PT S:

Assets (Dr.)                                                                        XXX

Investment in PT S (Cr.)                                                                XXX

  1. Purchase Method

Penggabungan usaha merupakan suatu transaksi yang memungkinkan suatu entitas memperoleh

aktiva bersih dari perusahaan lain yang bergabung. Setiap kelebihan biaya perolehan atas nilai wajar

aktiva bersih yang diperoleh dialokasikan ke goodwill.

Prosedur akuntansinya:

  1. Menyesuaikan nilai aktiva dan kewajiban milik perusahaan yang akan digabung dengan nilai wajarnya.
  2. Mencatat transaksi penggabungan sebesar nilai investasinya (biaya perolehannya). Nilai wajar saham/surat berharga sebesar harga saham pada tanggal transaksi. Bila harga pasar tidak dapat digunakan, maka diestimasi secara proporsional dengan nilai wajar pengakuisisi atau yang diakuisisi.
  3. Membuat jurnal pemilikan aktiva dan kewajiban dari perusahaan yang digabung. Selisih antara nilai investasi dengan aktiva bersih dicatat pada goodwill.
  4. Membuat neraca penggabungan.

Pedoman umum dalam menentukan nilai wajar aktiva dan kewajiban:

  1. Marketable securities berdasarkan harga pasar yang berlaku.
  2. Non-marketable securities berdasarkan nilai estimasi dengan pertimbangan price-earning ratio, dividend, dan tingkat pertumbuhan.
  3. Piutang berdasarkan nilai sekarang dari (jumlah yang akan diterima – bad debt expense – biaya penagihan).
  4. Persediaan: Barang jadi dan barang dagang = harga jual – biaya penjualan – taksiran keuntungan yang wajar atas barang sejenis.
  5. Barang dalam proses = harga jual – biaya penyelesaian – biaya penjualan – taksiran keuntungan yang wajar atas barang sejenis.
  6. Tanah dan bangunan: Apabila akan digunakan berdasarkan nilai pasar sesuai tujuannya. Apabila akan dijual berdasarkan nilai realisasi bersih.
  7. Plant and equipment: Jika akan digunakan berdasarkan nilai pasar. Jika digunakan sementara berdasarkan harga terendah biaya pengganti dari nilai realisasi bersih. Apabila akan dijual berdasarkan nilai realisasi bersih.
  8. Aktiva tidak berwujud berdasarkan nilai taksiran.
  9. Aktiva bersih dan kewajiban pension berdasarkan nilai sekarang aktuaria dikurangi nilai wajar aktiva untuk pension.
  10. Tagihan dan kewajiban pajak berdasarkan Undang-undang.
  11. Account payable, note payable, long term, dan accrual liabilities berdasarkan nilai sekarang yang akan dibayar dan didiskontokan.
  12. Kewajiban akibat akuisisi berdasarkan nilai sekarang yang akan dibayar dan didiskontokan.

Jurnalnya secara umum:

Investment in PT S                                                          (Dr.)

Common Stock                                                                                 (Cr.)

Additional PIC – Common Stock                                                (Cr.)

Cash                                                                                      (Cr.)

Kemudian dilakukan jurnal transaksi penerimaan aktiva bersih:

Cash                                                                      (Dr.)

Account receivable                                         (Dr.)

I nventory                                                           (Dr.)

Land                                                                      (Dr.)

Building                                                                (Dr.)

Equipment                                                          (Dr.)

Patent (Dr.)

Account payable                                              (Cr.)

Note payable                                                     (Cr.)

Investment in PT S                                          (Cr.)

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan dalam Penggabungan Usaha

Untuk metode pooling of interest:

1. Biaya penggabungan akan diakui dan dicatat dalam rekening biaya usaha dalam periode itu.

2. Pengeluaran sehubungan dengan penyatuan kepemilikan mencakup biaya pendaftaran dan

penerbitan saham, biaya informasi pada pemegang saham, konsultan, gaji, biaya akibat

penggabungan usaha perusahaan terpisah.

Untuk metode purchase:

1. Biaya yang berhubungan dengan saham (biaya cetak, pendaftaran, pengeluaran saham) akan

diakui dan dicatat sebagai pengurang agio saham.

2. Biaya yang tidak berhubungan dengan saham (biaya akuntansi, komisi, hokum) akan diakui

dan dicatat sebagai penambah rekening investasi.

Posted Juli 21, 2010 by 4n1ef in Akuntansi Keuangan Lanjutan II, college

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.