Bagi Hasilnya Orang Merugi   Leave a comment

Mengapa milih bank syariah? Jawabannya tentu menghindari bunga (bukan flower tapi interest ataw Riba). Sistem yang diterapkan adalah bagi hasil.

Pertanyaannya sekarang, jika untung dibagi, apakah jika rugi ikut dibagi juga?

Akuntansi syariah membagi kerugian itu berdasarkan dua hal. Yang pertama dalam kasus ketika salah satu pihak sebagai pemodal 100% dan yang lain sebagai pelaksana. Dalam kasus ini, dibagi lagi penyebab kerugiannya menjadi dua, apakah karena salah pelaksana (kekurangtepatan proyeksi atau keteledoran pengelolaan keuangan) atau karena force majeur (kejadian yang tidak terduga seperti bencana dll). Jika karena kealpaan pelaksana, maka kerugian ditanggung oleh pelaksana (peminjam modal). Sedangkan bila kerugian terjadi karena force majeur maka kerugian akan ditanggung oleh pemberi modal.

Pada kasus kedua, ketika kedua belah pihak sama-sama memberikan modal dan keahlian. Dalam hal ini kita melihat dari perjanjian yang telah disepakati sebelumnya, apakah hanya bagi hasil saja atau bagi hasil dan bagi rugi. Jika hanya bagi hasil, maka jika terdapat kerugian maka otomatis, pihak peminjam modal akan menganggung sendiri kerugian tersebut. Sedangkan jika disepakati juga bagi rugi, maka kerugian akan ditanggung bersama oleh kedua belah pihak.

Next question, apakah hal ini telah benar diterapkan dalam pengelolaan bank syariah? Kami belum tahu. Ada yang sudah? Mohon berbagi…

Wallohu a’lam.

Posted Maret 31, 2010 by 4n1ef in sharia accounting

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s