Persiapan final Tes Pengantar Manajemen   Leave a comment

1. Motivasi

Teori Abraham Maslow, beliau merumuskan ada lima kebutuhan yang ada pada manusia, yaitu Kebutuhan faal, kebutuhan rasa aman, kebutuhan social, kebutuhan prestise, penghargaan dan kehormatan, serta kebutuhan realisasi diri. Prinsip yang berlaku uum adalah jika satu kebutuhan terpuaskan, akan muncul lagi kebutuhan lainnya sehingga seolah-olah manusia tidak pernah terpuaskan segala kebutuhannya.

Karena tingkah laku manusia pada umumnya tidak ditentukan oleh satu macam kebutuhan saja, maka sangat sulit untuk menentukan kebutuhan apa yang membentuk motivasi tertentu di belakang suatu tingkah laku. Tingkah laku yang berbeda dapat ditimbulkan oleh motivasi yang sama, sebaliknya tingkah laku yang sama dapat ditimbulkan oleh motivasi yang berlainan.

Sedangkan Frederick Herzberg mengemukakan faktor hygiene dan faktor motivasional sebagai motivasinya. Menurut Herzberg, kebutuhan yang mendasari motivasinya dibagi menjadi dua, yaitu

  1. faktor hygiene, seperti peraturan perusahaan dan administrasi, hubungan antar karyawan, kondisi kerja, gaji dan keamanan kerja.
  2. faktor motivasional, seperti prestasi, pengakuan, tanggungjawab, dan kemungkinan berkembang.

Para manajer, pertama perlu memperhatikan faktor hygiene, namun hal itu belum cukup untuk memotivasi karyawan. Untuk dapat memotivasi, faktor motivasional yang perlu dipenuhi. Motivator berkaitan dengan kebutuhan aktualisasi diri dari Maslow.

2. Komunikasi

Yaitu proses dimana manusia mencoba memberi pengertian melalui pengiriman berita secara simbolik.

Ada 3 unsur,

a. komunikasi melibatkan orang2 dan mencoba untuk mengetahui bagaimana orang2 berhubungan satiu dengan yang lain.

b. komunikasi merupakan proses pengertian

c. komunikasi adalah symbol, gerakan, suara, angka dan kata2 yang dapat mengungkapkan gagasan yang disampaikan.

Proses komunikasi yang sederhana adalah dari pengirim (sender) mengirim berita (message) dan diterima oleh penerima (receiver)

Hambatan komunikasi efektif ada dua, yaitu hambatan organisasi dan hambatan individual. Hambatan organisasi, seperti tingkatan hirarki manajerial (melewati beberapa tingkatan manajer) , wewenang manajerial, dan spesialis di dalam organisasi (istilah khusus). Solusinya adalah 2.komunikasi tanpa mengingat kedudukan masing2.3.tidak menggunakan istilah khusus. Hambatan individual, seperti persepsi yang berbeda antara pengirim dan penerima berita, komunikator yang hanya membela diri, penggunaan bahasa yang tidak tepat, dan ketidak percayaan penerima berita terhadap penyampai berita. Rekomendasinya adalah 1.setiap informasi dijelaskan secara rinci, jangan menggunakan kata2 asing, dan penerima berpikir positif terhadap penyampai berita.

3. Koordinasi

Koordinasi adalah proses menyatukan dan menyingkronkan kegiatan2 yang berbeda sehingga mereka bekerjasama di dalam pencapaian tujuan organisasi.

Ada tiga pendekatan untuk mencapai koordinasi efektif, yaitu teknik2 manajemen dasar, peningkatan potensi untuk koordinasi, dan mengurangi kebutuhan akan koordinasi. Teknik2 manajemen dasar ada3 lagi, yaitu hirarki menajerial, aturan dan prosedur, rencana2 dan tujuan2. Peningkatan koordinasi potensial, yaitu dengan tujuh cara, sistem informasi vertical, hubungan2 lateral/horizontal, peranan penghubung yang memudahkan hubungan lateral, panitia dan satuan tugas, pengintegrasian peranan2, peranan penghubung manajerial, organisasi matriks. Pengurangan kebutuhan akan koordinasi adalah jika kebutuhan akan koordinasi terlalu besar, dengan 2 cara, yaitu penciptaan sumberdaya2 tambahan dan penciptaan unit2 yang mandiri.

4. pengawasan

Pengawasan adalah tindakan atau proses kegiatan untuk mengetahui hasil pelaksanaan, kesalahan, kegagalan, untuk kemudian dilakukan perbaikan dan mencegah terulangnya kembali kesalahan2 itu, begitu pula menjaga agar pelaksanaan tidak berbeda dengan rencana yang ditetapkan.

Arti penting: 1jika controlling tidak dilakukan, kemungkinan kesalah akan terus berlangsung dan semakin membengkak. 2untuk melakukan pencegahan dan atau perbaikan dari ketidaksesuaian , perbedaan, kesalahan, dan berbagai kelemahan pelaksanaan tugas dan wewenang.

Ada 4 fungsi pengawasan, yaitu

a. mencegah terjadinya penyimpangan atau kesalahan2

b. untuk memperbaiki penyimpangan atau kesalahan yang terjadi

c. untuk mendinamisir organisasi

d. untuk mempertebal rasa tanggung jawab

Ada 4 sistem pengawasan, yaitu inspektif (ditempat), komperatif, verifikatif (dilakukan oleh staf, terutama bagian keuangan atau material), dan investigative (penyelidikan).

Posted Februari 17, 2010 by 4n1ef in college, pengantar manajemen

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s