Kebimbangan Pak Pos   Leave a comment

Pak pos itu pergi pagi-pagi dari rumah kecilnya di sebuah ujung desa. Mengambil surat-surat pos dan titipan barang dari kantor pos dan membawanya ke alamat yang dituju. Dalam perjalanannya, ia melewati sawah yang membentang dan sungai yang dalam. Ia banyak menerima ucapan terimakasih dari penerima surat, namun ada pula yang begitu saja membuang surat tersebut di hadapannya, tanpa sedikitpun menghargai jerih payah usaha Bapak pengantar surat.
Ada kalanya, mendung menyapa harinya. Tapi ia tetap berangkat, hingga hujan pun menerpa. Di kala berbuka, ia terpaksa berbuka seadanya. Hingga lebaran tiba. Dan sang istri yang merasa tak dapat membahagiakan suaminya, berucap maaf lewat untaian kata.

Suatu hari, pak pos diajak ke Jakarta. Dibiayai lewat uang Negara. Namanya apa ia juga lupa, yang jelas pake huruf es-pe dan de. Gratis transport dan hotelnya, bahkan dapat uang lelah. Ia akan berangkat bersama seniornya (laki2). Awalnya ia ditawari agar pulang dulu ke rumahnya yang kebetulan sejalan ke Jakarta, tapi nantinya tiketnya akan diganti memakai tiket desanya langsung ke Jakarta. Tapi ia tidak mengambil opsi itu. Yang ia tidak dapat menolak adalah ketika seniornya mengajak berdua sekamar di hotel, ia tak bisa menolaknya. Ketika pulang ke kantor, dan meng-SPJ-kan (itu yang didengar dari seniornya), terjadi keraguan karena sebenarnya biaya perjalanan tidak sebesar itu. Tapi bendahara tetap mengeluarkan uang tersebut guna mempercepat penyerapan anggaran, kata pak bendahara. Baru tahu sekarang, penyerapan anggaran adalah salah satu ukuran kinerja sebuah kantor. Mau apa lagi, dengan perhitungan sendiri, uang itu ia kembalikan pada bendahara guna keperluan yang tak ada anggarannya.
Pak pos ragu, apa ada kegiatan non-anggaran tapi harus ada di kantor pos. Ada, seperti baru-baru ini peringatan hari kemerdekaan, tak ada anggarannya. Tak rame kalau 17-an tak ada lomba balap karung atau penghargaan pegawai terbaik. Atau seperti kantor kami yang harus menerima kunjungan Menteri Komunikasi dan Informasi, dari mana dana didapat tanpa ada es-pe dan de yang bodong. Saat menteri datang, atasan tak memakai dasi dan bawahan memakai sandal saat bekerja pun dipersoalkan. Bersalaman laki perempuan pun menjadi kebiasaan, padahal kata Nabi lebih baik ditusuk paku di kepalanya daripada menyentuh perempuan yang bukan mahram. Sillaturrahim pun tak tuntas karena harus cepat kembali menghantar surat ucapan lebaran.
Begitulah kantor, kata pak pos ‘maklum’ meneruskan. Memberi makan yang halal pada istri dan anak menjadi sulit. Padahal tak mungkin daging yang tumbuh dari barang haram akan menjadi barokah adanya. Bisa jadi penyakit bertebaran karena ada harta yang lupa dibersihkan, hanya untuk memenuhi keinginan sesaat tanpa ada perencanaan. Dan tentang aturan-aturan manusia itu,, pak pos kadang masih suka melanggar. Tak apa katanya, asal jangan sampai melanggar aturan Alloh Ta’ala.
Saat ini, pak pos ditawari pindah jabatan. Tapi ia masih berfikir untuk menolak atau menerima tanggung jawab itu. Menjadi penggembala yang siap dimintai pertanggungjawaban atas apa yang ia gembalakan. Pak pos masih bimbang.

(prolog dari iklan sebuah barang HARAM yang mencelakakan manusia)

Sekilas info:
1. http://www.news.id.finroll.com/news/14-latest/45590-____masih-berlangsung-praktek-sppd-fiktif-di-garut____.html
2. http://www.antara.co.id/berita/1249969954/menkeu-optimistis-penyerapan-anggaran-2009-di-atas-80-persen
3. http://deafiyanti.blogspot.com/2009/01/keharaman-berjabat-tangan-antara-laki.html
4. http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=24827:menghindari-harta-haram&catid=33:artikel-jumat&Itemid=98

Posted November 13, 2009 by 4n1ef in ReNunGan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s