Sosialisasi p2   Leave a comment

Sebagai  informasi yang kami coba sampaikan adalah tentang sosialisasi program pemeriksaan yang dilakukan oleh teman-teman hari rabu dan kamis kemarin. Secara umum acara berjalan lancar dengan diskusi yang cukup hangat antara pak choliq, pak ram, bu wahidah, pak masmur, dan teman-teman yang lain.

P2 untuk pemeriksaan LKPD dilakukan dengan pendekatan siklus, dimana ada sembilan siklus yang akan diaudit yaitu:

1. Siklus aset tetap
2. Siklus investasi jangka panjang
3. Siklus hutang
4. Siklus dana cadangan
5. Siklus personalia
6. Siklus persediaan
7. Siklus kas di BUD
8. Siklus kas di bendahara penerimaan
9. Siklus kas di bendahara pengeluaran

Hal-hal yang menjadi pembicaraan hangat antara lain:

1. Tentang penyusutan aktiva tetap

2. Tentang dana bergulir yang menurut peraturan harus ada aging schedule

3. Tentang tunjangan kepala daerah yang ditetapkan di awal apakah harus disesuaikan dengan realisasi PAD sehingga di tahun berikutnya perlu dilakukan restitusi atau kompensasi

4. Tentang penghapusan kewajiban pembukuan di tingkat SKPD (buku besar dihilangkan) sehingga perlu solusi bagaimana memeriksanya, akhirnya (menurut sepengetahuan saya) perlu dipecah antara audit belanja langsung dan belanja tidak langsung. Di belanja langsung ditelusuri ke SPJ per Kegiatan dan SPJ Fungsional, belanja tidak langsung ditelusuri ke SPD.

5. Tentang hutang dana perimbangan dan tunjangan komunikasi insentif (masih gelap bagi saya)

6. Dan lain-lain

Sedikit informasi ada di blogku yang lain di nurudinhanif.wordpress.. Semoga informasi yang sedikit ini bermanfaat buat kita semua, terima kasih.

Posted Agustus 14, 2014 by 4n1ef in Uncategorized

Di tempat ini aku bertahan…   Leave a comment

Siluet senja sore itu sangat indah. Awan bertumpuk coklat kemerahan. Angin bertiup sedang, tak terlalu kencang, tak terlalu lambat. Setelah melihat bangunan tua benteng Rotterdam bersejarah, berjalan menyusuri pesisir kota Makassar, ingin sekali menyaksikan keMaha-Sempurnaan Sang Pencipta, sunset di Pantai Losari.

Tak terasa, genap sudah sebulan aku di Makassar. Sebuah kota metropolis terbesar di kawasan Indonesia Timur. Dengan sebagian besar masyarakat asli yang bergengsi tinggi, namun banyak juga yang masih rendah hati. Tak semua kata orang dan kata media benar, bahwa di sini banyak tawuran, orang berwatak keras, dan setrusnya,, tapi tinggal diri kita yang memilih, akan bergaul dengan siapakah kita…

Lalu apa yang sudah dikerjakan? Pertama datang, tentu cari tempat tinggal. Setelah itu, cari makanan yang murah dan halal. Kemudian, mencari ma’isyah di kantor. Minggu pertama dilalui dengan perkenalan, fotokopi, membaca peraturan2, dan membuat kuitansi pembayaran untuk diklat. Selanjutnya bisa macam-macam, membuat laporan pertanggungjawaban, laporan evaluasi pelaksanaan, rekonsiliasi belanja UP dan LS ke KPPN, membayar tagihan pajak di KPP, revisi DIPA di Kanwil, dan membuat RKA-KL, dan seterusnya. Ya, aku di bagian keuangan. Melihat angka berderet-deret yang memang harus dicairkan, kalau tidak malah dianggap kinerjanya kurang. Sampai sekarang aku masih bingung, kenapa kinerja organisasi masih diukur dari tingkat penyerapan anggaran, bukan output dan outcomes yang dihasilkan. Mengenal betapa pentingnya uang bagi setiap orang, namun juga harus sadar bahwa dunia adalah tempat sementara. Semua harta akan dipertangggungjawabkan, dari mana asalnya dan kemanakah dibelanjakan.

Tanggal 21-23 april kebetulan ada diklat Arbutus di Balai. Malam ahad pertama, kutemukan labuhan hati, tempat mendengarkan petuah Alloh dan Rasul-Nya di masijd wihdatul ummah. Menyadari kembali bahwa apa yang kita pernah kata, apa yang kita pernah buat, perrnah salah, bahkan sering salah. Menuntut ilmu adalah sebuah proses yang takkan berhenti hingga maut menjemput. Minggu kedua, kasub pergi ke Jakarta, meninggalkan acara main bersama. Namun waktu tak akan berguna bila main tanpa ada tambahan ilmu yang berguna. Kebetulan ada sosialisasi P2, sehingga aku juga bisa memperdalam ilmu tentangnya. Kajian laqzis ada di hari sabtu masjid H.M Asyik di jalan A.P. Pettarani, ada juga kajian di UIN dan UNM, tapi hanya Dimaz yang bisa pergi kesana.

Belanja netbook, tas laptop, dan kacamata adalah belanja yang turut mendukung program percepatan ‘penipisan dompet’. Tapi mau gimana lagi, aku sudah bilang, aku akan hidup mandiri sejak magang dahulu. Dan Alhamdulillah, selalu ada sebagian rizqi-Nya yang dikaruniakan padaku. Dan memang harus begitu, lihatlah ke ‘atas’ dalam masalah akherat dan lihatlah ke ‘bawah’ bila melihat dunia.
Makassar memang punya banyak makanan khas. Ada coto Makassar, conro, palu basa, palu mara, dan pisang epe. Minumannya juga tak kalah banyak. Es palu butung, es pisang ijo, dan masih ada lagi…

Tempat wisatanya juga very beautiful, sementara ini yang paling membuatku takjub adalah sunset di Losari,, subhanalloh,, indahnya… Maha Suci Ia yang menciptakan langit tanpa tiang, bumi dihamparkan untuk didayagunakan oleh manusia.
Keluarga baru telah kutemukan di sini,, seorang pak sri haryoso yang bijak, ibu nurul yang dari gaya bicara, sikap dan bahkan tulisannya sangat mirip dengan ibuku, mbak ariyani yang wajahnya seperti kakakku, adikku fitro yang selalu ceria, kakakku dimaz dan aji, dan saudara-saudaraku yang sudah mau berbagi kursi dan meja padaku…

Segala puji bagi Alloh,, Alhamdulillah,, Ada yang mau ikut nyusul ke Makassar???

Posted Agustus 14, 2014 by 4n1ef in Uncategorized

Anggota Dewan   Leave a comment

“Waktu itu, aku sedang menyiapkan anggaran untuk instansi yang aku pimpin, Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil). Ada utusan dari dewan yang menyatakan jika ingin anggaran Badan ditambah seratus juta, maka masukkanlah anggaran perjalanan dinas sebesar dua ratus juta untuk anggota dewan. Masya Alloh, jumlah yang sangat besar. Akupun mendatangi pimpinan dewan. Lalu katanya sambil jalan, ‘ya kan kalau dua ratus juta itu untuk 14 orang, separuhnya ajalah sekarang yang berangkat’….

Untunglah waktu itu bulan Desember (sebelum anggaran disahkan), ada pemeriksaan di kantor dan menyatakan bahwa itu adalah hal yang tidak benar. Tidak ada anggaran dinas/UPTD/Satker yang tujuannya untuk membiayai perjalanan dinas anggota dewan. Sampai sekarang, aku masih dianggap pengecut oleh sebagian anggota dewan. Hufff….
Pernah suatu kali, ada seorang teman yang ahli di bidang hukum menjelaskan tentang penetapan Peraturan Daerah (Perda) dalam suatu sidang dewan. Dalam salah satu aturan Perda ada yang tidak sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP). Tiba-tiba ada seorang anggota dewan yang menginterupsi, ‘udahlah, yang penting Perdanya ditetapkan, tidak usah melihat PP-nya’. Lalu temanku itu menyahut, ‘apa Bapak tidak tahu hierarki peraturan perundang-undangan di Indonesia??’ Akhirnya, temanku itupun menambah ceramahnya pada anggota dewan.”

Teman-teman, beginilah potret kecil anggota dewan yang kita hormati, yang dipilih oleh sebagian besar masyarakat awam. Sebagian besar dari mereka, adalah orang yang belum paham tentang aturan-aturan di pemerintahan. Yang mereka tahu, hanyalah uang gaji, sidang dan tunjangan. Mereka yang pandai bicara retorika kesatuan, kesejahteraan, keadilan dan persatuan bangsa. Saat kampanye, janji diobral oleh partai pengusung mereka, men-tazkiah diri mereka sendiri sebagai satu-satunya partai pembela kepentingan wong cilik. Caleg dari artis dan bintang film akan menghiasi kantor-kantor DPR dan DPRD. Dan saat sidang, aku tak tahu apa yang sedang mereka lakukan.

Semoga ke depan, aka ada sistem yang lebih baik dari sistem yang ada sekarang.

Posted Juli 14, 2014 by 4n1ef in Uncategorized

Selembar Kain   Leave a comment

Jilbab adalah komitmen. Komitmen bahwa seorang muslimah yang baik akan menjaga dirinya dan keluarganya dari hal-hal yang dilarang. Komitmen bahwa “kami mendengar dan kami patuh”. Seorang wanita yang berjibab akan mendorong suaminya untuk berbuat kebaikan, mendidik anak-anaknya menjadi generasi Robbani, dan turut menjaga lingkungan di sekitar ia tinggal dari hal-hal yang bisa merusak. Semua wanita punya pekerjaan, dan pekerjaan teragung adalah menjadi ibu rumah tangga. Siapa bilang, muslimah tak mempunyai peran dalam hal ekonomi, pendidikan dan kesehatan? Sangat bodoh sekali orang yang mengatakan seperti itu.

Allah berfirman:
“Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min: ”Hendaklah mereka menjulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka“. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang.” (QS. Al-Ahzab: 59).
Para ulama’ bersepakat bahwa jilbab hukumnya adalah wajib berdasarkan Al-Quran dan sunnah.

ANCAMAN KELUARGA YANG MEMBIARKAN KELUARGANYA TAK BERJILBAB
Seorang mukmin hendaknya menjauhkan dirinya dan keluarganya dari api neraka. Rasulullah bersabda:
Ada tiga perkara, Allah mengharamkan mereka masuk sorga, yaitu pecandu khomer, orang yang tidak taat dan addayus, yang menyetujui istrinya berbuat kejahatan. (HR. Ahmad 5839, Shahihul Jami’: 3052, 2/290).

Addayyus yaitu orang yang mengetahui keluarganya melakukan perbuatan keji seperti zina dan lainnya, tetapi mereka malah mendukungnya atau mendiamkannya. Contoh lainnya lagi: Orang tua yang membiarkan putrinya bergaul bebas dan bersenda gurau dengan pria yang bukan mahromnya. Suami setuju melihat isteri atau putrinya hanya berpakaian pendek, tidak berjilbab, atau membiarkan putri dan isterinya berhadap-hadapan dengan pria bercelana pendek saat nonton telivisi dan Iainnya. (Lihat Mukhtashor Al­Kabaair Adz-Dzahabi: 36).

Demikianlah, semoga Allah memberi petunjuk kepada kita semua, semoga Allah memberi kesabaran bagi ukhti kita yang berjilbab, semoga kita tidak menjadi penghalang wanita yang berjilbab, semoga kita menjadi pendukungnya walaupun fitnah tidak kunjung padam. Jangan sampai ada dalam pikiran kita, bahkan sampai terucap dalam lisan kita “selembar kain saja kok dirisaukan”. Mereka ingin memadamkan cahaya Allah, tetapi Allah ingin menghidupkan cahaya itu. Semoga Allah menunjukkan jalan kebenaran itu pada kita semua.

Posted Juni 14, 2014 by 4n1ef in Uncategorized

zakat profesi   Leave a comment

ini ada sedikit bacaan (artikel pendek) untuk teman2 sekalian (dari sekian banyak artikel yang sumbernya bisa googling di internet), bermanfaat, jika tertarik silakan berkunjung ke bawah ini

http://aliph. wordpress. com/2007/ 02/08/zakat- profesi-adakah/

Posted Juni 14, 2014 by 4n1ef in Uncategorized

The Island   Leave a comment

Tadi malam, saya bersama Dimaz teman kos saya menonton sebuah film yang berjudul The Island. Dikisahkan di sana, ada perusahaan industry yang menghasilkan produk berupa “manusia”. Produk tersebut dibuat dari cloning sel manusia hidup (sponsor) yang ingin bertahan hidup (sakit atau memperoleh keturunan). Setelah dikloning dan mempunyai tubuh yang lengkap, “mereka” disuguhi dengan video yang menggambarkan masa lalu mereka di dunia, lalu setelah dunia terkontaminasi, mereka ditempatkan dalam perusahaan tersebut. Dalam video itu pula, digambarkan dalam otak mereka bahwa hanya ada satu hal yang mereka inginkan, yaitu kepindahan mereka ke sebuah pulau, dimana disana mereka dapat hidup lebih bahagia.

Selesai film itu, saya beranjak ke kamar, berwudhu dan berbaring. Muncul di kepala saya, menganalogi film itu dalam dunia kita. Kita ditakdirkan mempunyai keccenderungan yang baik dan yang buruk. Itu pilihan, tapi ingat bahwa sebelum kita lahir, kita sudah berjanji bahwa kita akan mengesakan dan beribadah pada-Nya saja. Dan dalam Al-Qur’an, kita telah dijanji oleh Alloh untuk masuk jannah, jika kita hidup sesuai tuntunannya. Makin banyak kita membaca janji-janjiNya tentang surga, maka makin bersemangat kita dalam meraihnya. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya daripada Alloh?

Wallohu a’lam.

Posted Juni 14, 2014 by 4n1ef in Uncategorized

Confessions of an Economic Hit Man   Leave a comment

Sebelum berbicara banyak tentang sebuah buku ini, aku mengucap syukur tak terkira bahwa meskipun aku telat membacanya – buku ini terbit tahun 2004 – tapi setidaknya aku pernah membacanya. Dan buku ini yang telah mengubah sebagian besar paradigma-ku selama aku belajar di ekonomi kapitalis. Aku paham, masih banyak aku-aku lain yang (mungkin) merasa terjebak dalam sistem ini, dan semoga sedikit coretan ini – klo mau banyak ya beli sendiri bukunya ya – bisa memberikan inspirasi bagi rekan-rekan sekalian. Tulisan ini bukan pula hanya dimaksudkan untuk menepuk air di dulang terpercik muka sendiri, tapi bisa memberi semangat dalam belajar sistem ekonomi yang lebih baik, yaitu sistem ekonomi Islam.

Apa itu EHM?

Economic Hit Man (EHM) adalah professional berpenghasilan sangat tinggi yang menipu Negara-negara di seluruh dunia. Mereka menyalurkan uang dari Bank Dunia, USAID, dan organisasi “bantuan” luar negeri lainnya menjadi dana korporasi-korporasi raksasa dan pendapatan beberapa keluarga kaya yang mengendalikan sumber-sumber daya alam planet bumi ini. Sarana mereka meliputi laporan keuangan yang menyesatkan, pemilihan yang curang, penyuapan, pemerasan, seks dan pembunuhan. Mereka memainkan permainan yang sama tuanya dengan kekuasaan, sebuah permainan yang telah menentukan dimensi yang baru dan mengerikan selama era globalisasi. Aku tahu itu; aku adalah seorang EHM.

Begitu tulisan pertama dalam buku ini. Kisah selanjutnya bertutur tentang seluk-beluk seorang John Perkins –pengarang buku ini – dalam ‘usahanya’ mengubah dunia menjadi ‘lebih baik’.  Ia telah berada di Indonesia untuk membuat prediksi yang berlebihan terhadap pertumbuhan ekonomi yang dipicu oleh investasi di bidang listrik, berada di Panama dalam rangka negoisasi dengan presiden Omar Torrijos, berada di Arab Saudi demi mendapat pertukaran minyak dengan fasilitas kelas satu dunia dan banyak tempat lainnya.

Ia menulis dalam Kata Pengantar buku ini,, ‘Beberapa orang akan menyalahkan adanya konspirasi yang terorganisasi untuk permasalahan kita sekarang. Seandainya saja itu demikian sederhananya. Anggota sebuah konspirasi dapat dibasmi dan diseret ke muka pengadilan. Akan tetapi, sistem ini dimotori oleh sesuatu yang jauh lebih berbahaya daripada konspirasi. Sistem ini tidak dikemudikan oleh segerombolan kecil manusia, tetapi oleh sebuah konsep yang telah diterima sebagai sebuah doktrin, gagasan bahwa semua pertumbuhan ekonomi bermanfaat bagi umat manusia dan bahwa makin besar pertumbuhan itu, makin meluas manfaatnya.  Keyakinan ini juga mempunyai konsekuensi: bahwa orang-orang yang menyalakan api pertumbuhan ekonomi seyogyanya diagungkan dan dihadiahi, sementara mereka yang dilahirkan sebagai golongan pinggir disediakan untuk dieksploitasi.

Konsep ini tentu saja salah. Kita tahu bahwa di banyak Negara, pertumbuhan ekonomi hanya bermanfaat bagi segelintir penduduk dan mungkin sesungguhnya mengakibatkan keputusasaan yang makin meningkat bagi mayoritas penduduknya.’ Yang kaya makin kaya,, miskin semakin miskin.

Apa yang dilakukan para EHM?

Pada bagian Pendahuluan, ia menulis, ‘inilah yang kami para EHM upayakan dengan sebaik-baiknya: kami membangun kekuasaan global. Kami adalah sekelompok laki-laki dan perempuan elite yang memanfaatkan organisasi keuangan internasional untuk menimbulkan kondisi yang menjadikan bangsa-bangsa lain tunduk pada corporatocracy yang menjalankan korporasi kami yang paling besar, pemerintah kami dan perbankan kami. Seperti rekan sejawat kami di Mafia, para EHM bermurah hati. Ini berbentuk pinjaman untuk mengembangkan infrastruktur – pembangkit tenaga listrik, jalan raya, pelabuhan, bandar udara, atau kawasan industri. Sebuah syarat pinjaman seperti itu adalah bahwa perusahaan rekayasa dan konstruksi dari kamilah yang mesti membangun semua proyek itu. Pada hakikatnya, sebagian besar uang itu tidak pernah meninggalkan Amerika Serikat; uang itu hanya ditransfer dari kantor perbankan di Washington ke kantor bagian rekayasa di New York, Houston atau San Francisco.’

Posted Mei 14, 2014 by 4n1ef in Uncategorized

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.